bc

PENANTIAN CINTA DEWA SAMUDERA

book_age16+
43
IKUTI
1K
BACA
reincarnation/transmigration
sweet
deity
mythology
small town
supernature earth
rebirth/reborn
tortured
spiritual
gorgeous
like
intro-logo
Uraian

Kisah Pada Jaman Dahulu, dimana Dewa Penjaga Samudera dan Bidadari bernama Aurora penjaga lembah Taman Firdaus di khayangan, Mereka jatuh cinta pada pandangan pertama.

Cinta mereka sudah menyalahi hukum langit, Raja Langit kemudian murka dan memberikan hukuman kepada mereka.

Bidadari dikirim ke alam dunia menjadi manusia dan harus melewati tiga masa reinkarnasinya, untuk belajar menjadi seorang Dewi.

Dewa Samudera pun selalu setia mendampingi dan menunggu waktunya tiba, hingga ribuan tahun lamanya.

chap-preview
Pratinjau gratis
CINTA BERSEMI SEJAK PANDANGAN PERTAMA
Matahari yang cerah, bunga bunga indah mulai bermekaran. Hari yang indah untuk dinikmati oleh seorang bidadari, Aurora begitulah panggilannya. Aurora tinggal di taman bunga di lembah Firdaus, lembah terindah di alam khayangan. Binatang surgawi yang cantik adalah teman nya, kulit putih seputih salju, rambut hitam panjang yang selalu terurai, dihiasi bunga kecil berwarna warni menambah kecantikan wajahnya. Hidup Aurora hanyalah menjaga taman yang berada di lembah Firdaus. Suatu ketika Sang Dewa penjaga Samudera melintas di lembah Firdaus, dengan menunggangi naga kesayangannya. Sang Dewa tergoda dengan aroma wangi yang berasal dari taman yang indah di depan matanya, dengan sorot mata yang tajam dia mencari asal wangi tersebut. Hingga tertuju kepada bidadari penjaga taman di lembah Firdaus itu, wajah tampan seputih salju yang dimiliki sang Dewa terpaku dan terpesona melihat paras cantik dari Aurora dari kejauhan, auranya memancarkan cahaya yang indah. Dengan gagah sang Dewa turun dari naga yang ditunggangi nya, dia menghampiri Aurora sedang duduk bermain dengan burung burung cantik yang mengitari tubuh indahnya. "Siapa namamu wahai gadis cantik...?" Ujar sang Dewa. "Hmmm..!!" Aurora terkejut karena mendengar suara seorang pria di tamannya. Bidadari cantik itu memalingkan wajah ke asal suara tersebut, sambil mengernyitkan alis yang dihiasi batu permata hijau ditengahnya, heran melihat sosok gagah tersebut. "Siapa kah dirimu.. berani masuk ke taman ku tanpa ijin terlebih dahulu ?!" Sambil berdiri tegak Aurora marah karena telah ada yang berani menginjak taman milik nya. "Sa,,saya adalah Dewa penjaga Samudera.." jawab Sang Dewa terbata bata. Seperti tertusuk panah cinta, netra Sang Dewa tak berhenti menatap mata Aurora. "De..dewa...Dewa Penjaga Samudera...?... saya...saya Aurora penunggu taman ini..." Bidadari cantik itu tertunduk, dan pipinya pun merona. "Aurora..? Kenapa baru kali ini saya melihat mu ada disini..?" Tanya sang Dewa terpesona melihat indah nya kedua bola mata berwarna biru milik Aurora. "Mungkin kakanda jarang melintasi taman ini,, maaf jika saya berbicara agak keras tadi,, salam kenal kakanda.." ujar Aurora tersipu malu, karena menyadari kalau di depan nya sekarang adalah sang Dewa penjaga Samudera, Aurora kembali duduk salah tingkah, jantung nya berdesir. "Tampan sekali wajah Dewa penjaga Samudera.." gumam nya di dalam hati, karena selama ini dia tidak pernah berjumpa dengan sosok lawan jenis di Taman Firdaus. "Maaf kalau saya sudah mengganggu waktu mu Aurora.." Ujar Sang Dewa merasa bersalah karena telah terpesona melihat kecantikan Aurora, sehingga tanpa sadar sudah memasuki Taman Firdaus tanpa izin dari bidadari cantik itu. "Tidak mengapa kakanda, mungkin karena saya jarang bertemu dengan para Dewa yang melintas, sehingga saya terkejut mendengar suara yang tak pernah saya dengar sebelum nya.." Aurora kembali berdiri bermaksud mengobati rasa bersalahnya sang Dewa. Wangi tubuh Aurora tercium dari tiap gerak tubuh nya, membuat jantung sang Dewa berdegup kencang layak nya kaki kuda berlari an di medan perang. Seperti terhipnotis dengan ke elokkan wajah Aurora, sang Dewa membisu beberapa saat. Dan akhirnya tersadar, dirinya hendak pergi ke suatu tempat yang harus ditujunya. "Aurora... boleh kah suatu saat nanti saya bermain ke taman ini lagi..??" Sang Dewa berkata sambil menunduk pelan kepala nya, memberi hormat bercampur benih cinta yang mulai tersemai di relung hati pada pandangan pertamanya. "Silahkan kakanda... tetapi tidak kah melanggar aturan langit... ? sebaik nya kakanda meminta persetujuan terlebih dahulu kepada Raja Langit, jika memasuki taman ini lagi..." jawab Aurora, dan berharap kedatangan Sang Dewa kembali. "Baiklah... nanti saya akan coba meminta persetujuan Raja Langit.. saya mohon diri untuk kembali melakukan tugas..." ujar Sang Dewa kembali menatap mata Aurora dalam, seolah olah berkata tidak ingin beranjak dari taman tersebut. Hari berlalu sangat lama bagi Aurora setelah dirinya bertemu dengan Dewa sang penjaga Samudera. Setiap waktu dirinya berdiri di depan Taman Firdaus berharap Sang Dewa melintas. "Ada apa gerangan dengan diriku.." "Ada apa gerangan dengan rasa ini.." "Mengapa jantung ini merasa bergetar.." "Apakah yang terjadi...?" Aurora baru pertama kali merasakan jatuh cinta, namun dirinya belum menyadari hal itu. Dirinya belum tau apa itu cinta yang dirasakan oleh layak nya sepasang kekasih, dan bagaimana rasa nya merindu.. Di kedalaman samudera yang terbentang luas, Sang Dewa pun merasakan hal yang sama. Karena tugas belum terselesaikan, dirinya pun tak sempat berkunjung ke lembah Firdaus. Hari demi hari dilalui begitu hampa bagi Aurora. Dirinya bergumam "mengapa saya jadi seperti ini..??" "Apa gerangan yang sedang terjadi di dalam hati ini ??" Semua tanda tanya ini yang selalu terlintas di dalam benak Aurora. Senja itu, Sang Dewa tak sempat meminta ijin kepada Sang Raja Langit jikalau hendak bertandang ke lembah Firdaus. Karena rindu yang tak terbendung Sang Dewa bergegas menemui Aurora di Taman Firdaus. Sesampai nya di depan taman, dirinya tidak menemui Aurora, mencium aroma tubuh nya pun tidak, dalam hati berkata "Jika saya masuk tanpa ijin, apakah nanti ada masalah? " "Ah..tapi sudah lah..mungkin bidadari itu pun sedang beristirahat" "Sebaik nya saya pergi dari sini .. " Dewa penjaga samudera pun kembali bergegas menunggangi naga milik nya dan meninggalkan taman firdaus yang indah itu. Di dalam peraduan, Aurora memandangi bulan purnama yang begitu indah. Cahaya nya terang menyinari lembah Firdaus.. Tiba-tiba Aurora melihat sosok naga melintasi rembulan... dirinya terhentak dan berlari keluar dari peraduan. Sambil berlari, bidadari cantik itu memekik panjang, "Dewa...Dewaaa.. engkau kah ituu Dewaa penjaga samudera.. !!" Karena cinta yang berbicara, ikatan batin pun terjalin. Sang Dewa menoleh kedasar lembah Firdaus dan melihat sosok cantik Aurora yang berlari, mengikuti kemana arah naga kesayangan meliukkan badannya. Alhasil Dewa itu pun kembali ke dasar lembah, dimana sang pujaan hati telah menunggu lama kehadirannya. Rasa rindu bercampur aduk di dalam hati kedua belah jiwa. Sang Dewa pun berlari menghampiri Aurora. Rasa yang di selimuti kerinduan, tanpa sadar telah mendekap erat tubuh Aurora yang wangi dan suci itu. Bidadari pun membalas peluk kan Sang Dewa dengan hangat. Entah berapa lama Aurora menunggu kehadirannya.. Aurora mendekap tubuh Dewa tampan itu sambil terisak, tangisan rindu dan bahagia bercampur aduk. "Kenapa kakanda lama tidak berkunjung ke taman ini.." "Adinda merindukan,,sangat merindukan kakanda.." Isak Aurora didalam pelukan Sang Dewa. "Maaf kan saya adinda" ujar Sang Dewa berbisik lirih. Pertemuan pertama mereka mengisyaratkan cinta yang bersemi. Mungkin ini yang dinamakan takdir cinta. Sang Dewa mencium kening Aurora, kembali aroma wangi keluar dari tubuh Aurora, membuat detak jantung Sang Dewa berdegup dengan kencang.. Kecupan manis pun melayang di bibir Aurora.. Dibawah bulan purnama mereka melepas rindu.. Tanpa pikir panjang, Dewa penjaga samudera hendak meminangnya. Sambil memandang bulan dirinya berkata, "Aurora... apakah kau bersedia jika kakanda persunting menjadi seorang istri... dan menemani kakanda selama-lama nya.." Aurora belum pernah merasakan cinta, dan baru pertama kali merasakan getaran cinta, dirinya terdiam sesaat dan berkata. "Kakanda... bukan nya adinda menolak ajakan kakanda... tetapi apakah bisa, seorang kakanda Sang Dewa penjaga samudera, beristrikan adinda yang hanya bidadari penunggu Taman Firdaus ?" Aurora menangis bahagia, namun ada kesedihan terlintas di benak nya. Sang Dewa pun tak bergeming, sambil berfikir dan termenung sesaat. Karena kasta mereka yang berbeda, jikalau Sang Dewa ingin menikah, maka pasangan tersebut harus lah seorang Dewi. Raja Langit akan menjadi murka jika tahu keadaan ini, namun jikalau pernikahan dilaksanakan mereka akan di hukum karena sudah melanggar perjanjian langit. Sambil memeluk erat tubuh Aurora, dirinya berbisik halus di kuping bidadari cantik itu. "Aurora.. tenang lah kakanda akan berusaha untuk segera mewujudkan pernikahan kita..." Sang Dewa pun mendekatkan wajahnya, dan melumat bibir Aurora dengan rasa sayang yang mendalam. Dengan lembut Sang Dewa membelai rambut panjang Aurora yang terurai indah, hela nafas Aurora membara, detak jantung pun bergemuruh. Dalam kehangatan, Aurora melepaskan ciuman mesra Sang Dewa. "Kakanda... adinda rasa hubungan kita tidak semesti nya terjalin..." Ucap Aurora, sambil menjauhi tubuh kekar itu. "Adinda.. apapun akan kulakukan untuk hubungan kita.!!." Sang Dewa menarik lengan Aurora, dan mendekap tubuh molek yang ingin meninggalkannya. "Esok hari kita akan menemui Raja Langit untuk meminta persetujuan terhadap hubungan kita.." bisik Dewa lembut di kuping bidadari cantik itu. Malam kian larut, bulan purnama mulai bergerak tepat diatas kepala dua insan. Sang Dewa memberikan kalung berhiaskan intan permata berwarna biru kepada Aurora. "Kalung ini adalah tanda cinta ku padamu Aurora... kau sekarang adalah milikku..." Ujar Dewa, sembari mengalungkan intan permata di leher Aurora yang jenjang.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.6K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.6K
bc

TERNODA

read
199.7K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
16.3K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.5K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
75.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook