Ditempat lain Vella sedang asik mengobrol dengan laki laki tampan bernama Doni. Doni merupakan model yang cukup terkenal, mereka begitu larut dalam obrolan hangat dan saling memuji satu sama lainya.
Vella dan Doni sering kali dijadikan pasangan iklan sebuah produk, membuat mereka cukup dekat.
Vella yang semakin kesal kepada suaminya lantaran tidak kunjung menemui bahkan beberapa hari ini tidak pernah menelfon nya.
"Kalian disini,? Tanya salah satu teman seprofesinya
Lalu bergabung dimeja Vella.
Dibelakang meja mereka, ada seseorang lelaki misterius yang terus mengawasinya, ia selalu memperhatikan gerak gerik Vella.
Obrolan mereka semakin lama semakin seru, Tidak terasa langit sudah mulai gelap, mereka merencanakan malam ini untuk party kecil-kecil an di Apartment vella.
Tidak lupa Vella mengundang teman model nya yang lain, laki laki misterius itu mendengar rencana mereka. lalu segera menelfon atasnya untuk melapor.
Malam telah tiba, Suara Dentuman music terdengar asyik ditelinga mereka membuat Vella dan teman temannya terhanyut dan meliukkan badan mengikuti alunan music.
Dibawah pengaruh alkohol Vella mulai mengoceh tidak jelas, semakin malam semakin tidak terkontrol mereka minum minuman beralkohol.
Vella yang merasa diabaikan suaminya membuat ia begitu banyak minum, entah apa yang terjadi malam itu. Keesokan harinya Vella terbangun dengan merasakan sedikit pusing lalu menjumpai dirinya tidur tanpa busana dengan memeluk Doni yang juga tanpa busana.
Merasa frustasi dengan apa yang dilakukan, seketika ia bangun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Doni yang terbangun oleh suara ponsel, lalu mengangkatnya dan bersiap siap untuk pergi tanpa berpamitan dengan Vella yang masih berada di kamar mandi.
Azka yang dari semalaman ikut terjun memata- matai Vella ikut geram dengan perbuatan Vella tersebut.
Pagi harinya Azka melaporkan kejadian semalam kepada Dhaneo, Dhaneo yang marah bertambah hancur, ketika mendengar bahwa istri yang selama ini ia sangat cintai menikah dengannya hanya untuk menaikan pamornya semata.
Dhaneo yang merasa kecewa hari ini memerintahkan Azka untuk mengencel Semua jadwal meeting, Azka yang juga ikut merasakan kehancuran hati sahabatnya hanya bisa mengikuti semua perintahnya.
"Azka temani aku!" Ajak Dhaneo sedikit menarik Jaz Azka.
Mereka berdua tiba disebuah bar, Dhaneo yang terus minum membuat Azka prihatin.
"Sudah bro, kamu terlalu banyak minum.
"Kamu hanya bawahan ku, jadi jangan mengaturku Bentak Dhaneo yang dibawah pengaruh alkohol
Azka memaklumi semua perilaku sahabatnya, Mungkin jika ini menimpanya, hal sama akan ia lakukan.
Beberapa hari berlalu, Dhaneo hanya menghabiskan waktu untuk minum-minum di bar, saat ia ingin minum lagi ponsel disaku celananya berbunyi.
"Dhaneo kamu dimana cepat kesini, kita makan malam bersama di restoran," tawaran Felix Kaka Dhaneo.
"Oke kak," Jawab Dhaneo malas
Mama belia, Bella beserta Felix dan anaknya menunggu kedatangan Dhaneo.
Dhaneo datang dan segera menghampiri mereka, ia merasa sedikit terhibur bertemu keponakan tercintanya.
"Paman aku lindu paman," Suara Marcel keponakan Dhaneo.
Dengan langkah kecil Marcel mengangkat ke dua tangannya ingin di gendong pamannya.
"Aduh keponakan paman semakin berat ya,"
Dhaneo menggendong dan menggoda keponakanya dengan sering mencium gemas anak berusia 3 tahun itu.
Mama belia yang hanya tersenyum memperhatikan anak kesayangannya yang beberapa Minggu ini jarang pulang ke rumah. Ia sangat khawatir atas hubungan anak dan menantunya tersebut.
"Sayang kenapa kalian jarang pulang ke rumah? Bawa istrimu pulang," pinta mama Belia terhadap anaknya.
Dhaneo tidak menjawab sepatah katapun,hanya menganggukkan kepala. Hidangan pun sudah siap, mereka makan malam dengan hangat. Jarang sekali bisa berkumpul seperti ini meski menantunya tidak ada Belia sedikit lega melihat ke dua putranya baik baik saja.
Dhaneo tertegun melihat waiters yang dulu tidak sengaja menabrak dan menumpahkan kopi di jas mahalnya.
Iya, waiters itu Aninda, Aninda memang sangat cantik meskipun hanya memakai Hem putih dan rok span dengan panjang selutut membuat lekukan tubuh indahnya terlihat sangat jelas.
Ia bersemangat sekali melayani para tamu, dengan sikap lemah lembutnya dan senyum yang menawan patut banyak Para pengusaha yang berkunjung di restoran ingin sekali Aninda yang melayaninya.
Dhaneo masih dengan tatapan tajamnya. setelah merasa gerak geriknya selalu diperhatikan, Aninda mulai salah tingkah dengan tatapan Pemuda Tampan de depannya.
Azka dipanggil Bosnya, lalu Dhaneo membisikan sesuatu ditelinga anak buahnya tersebut.
Sebuah anggukan tanda mengerti oleh Azka.
Dhaneo pergi ke toilet, tidak sengaja bertatapan muka lagi dengan Aninda.
"Cantik." Suara hati Dhaneo, lalu tersadar akan lamunannya
Aninda yang tak mengenal Dhaneo yang merupakan adik dari pemilik restoran tempatnya bekerja,
"Permisi pak saya mau lewat."
Dhaneo malah menggoda Aninda dengan menghalanginya,
"Berapa?"
Aninda hanya bisa menghela nafasnya, tetap dengan ramah untuk meminta sedikit jalan, agar bisa kembali bekerja.
Dhaneo yang semakin menganggap semua perempuan sama, hanya uang dan harta Dimata mereka.
"Bisa malam ini temani saya,? Goda sekaligus ajakan Dhaneo kepada Aninda
"Maaf Tuan saya mau kembali bekerja jangan halangi saya,!
Lalu Dhaneo membuang senyum liciknya, dan memberi ruang Aninda untuk melangkah pergi.
Dhaneo semakin tertarik dengan sikap Aninda yang jual mahal dan santai itu, segera otaknya di isi dengan begitu banyak rencana.
Aninda yang sebenarnya sangat merasakan jantungnya berdegup dengan kencang, karena bertatap muka kembali dengan laki laki tampan itu.
Entah mengapa, ketika Dhaneo memandangnya seperti ada hal yang aneh didalam hatinya.
"Aku kenapa, Ingat Aninda kamu janda miskin yang hanya dinilai seperti mainan, setelah selesai bermain bosan lalu dibuang," Keluh Aninda didalam hati
Sinta yang dari kejauhan memperhatikan sahabatnya, senyum kagum melihat pria yang menggoda Aninda begitu tampan Bahkan ia adalah idaman semua wanita.
Dhaneo kembali ke mejanya, ia masih cengengesan karena teringat wajah Aninda yang merah seperti tomat ketika ia menggodanya.
Azka yang diam diam ikut memperhatikan Bosnya menertawainya didalam hati, ia juga sedikit merasa senang karena bosnya yang beberapa minggu ini tidak pernah tersenyum, akhirnya tersenyum kembali meskipun baginya Hal aneh.
Tidak biasanya ia suka menggoda wanita, apa lagi hanya seorang waiters.
Keluarga Dhaneo pura pura diam ketika Dhaneo kembali dari toilet, sebelumnya mereka membicarakan tentang rumah tangga Dhaneo yang sampai detik ini tak kunjung membaik.
Mama belia merasa cemas dan sedih memikirkan anak kesayangannya itu.
Felix bertanya kepada adiknya mengenai hubungannya dengan Vella yang sudah pisah ranjang beberapa Minggu ini, ia takut sampai terdengar awak media.
Dhaneo tidak mau membicarakan apapun tentang Vella, dia masih dengan rencana nya untuk membalas rasa sakit hatinya kepada sang istri.
Dhaneo yang ingin menikah lagi dan berniat mempunyai istri 2, namun hal ini masih hanya dalam sebatas rencananya saja.
Dhaneo masih saja tidak bisa berhenti cengengesan teringat wanita bodoh yang digodanya tadi.