Jam demi jam sudah Key lewati. Sudah tiga kali dua puluh empat jam, tak ada kabar apa pun lagi dari Tyo. Key menatap ke luar jendela kamarnya yang luas di rumah kakek. Lampu-lampu mobil yang menyala seperti bintang yang bergerak seiringan. Apa yang harus aku lakukan? Kamu tidak juga datang untuk menjelaskan masalahmu, dan kamu malah menghilang dari aku. Jadi semua berakhir hari itu Tyo? Kopi itu ... kau lukis dengan senyum di wajahku sebagai... salam perpisahan? Tapi apa alasanmu? Aku lihat alasan itu begitu berat di wajahmu. Tapi setidaknya jadilah pemberani. Jangan selalu jadi pengecut seperti ini. Selalu pergi dariku tanpa penjelasan. Kau anggap apa hatiku ini?! Menarikku begitu kuat, lalu melepas tanpa kabar. Selalu seperti itu! Apa bedanya kau ... dengan Beno--menganggap aku hanya

