Setelah berhari-hari berikutnya. Tak ada masalah dalam hubungan Tyo dan Key setelah mengetahui semua yang terjadi di balik penemuan tusuk konde itu. Tapi hati Tyo mengalami keresahan yang cukup dahsyat. Merasa tak tega melihat Key membayangkan wajah penabrak orang tua dan kakaknya ada di wajahnya. Merasa bersalah. Merasa bertanggung jawab atas kesalahan yang sama sekali tidak ia lakukan. Tyo lupa bahwa ia yang telah menguatkan Key, hingga akhirnya ia sendiri yang melemah. Sudah seharian ini Tyo berpikir keras, saat ini ia sedang duduk di depan kontrakan kecilnya. Hanya segelas kopi yang menghangatkan hati dan pikirannya yang sedang tak sejalan. Ia terus menimbang mana yang lebih berat di antara keduanya. Ia tahu persis, yang memenuhi hati dan pikirannya hanya satu nama. Namun ada dua ras

