“Itu gila, Res. Aku tidak mau melakukan hal itu,” ucap Edo tegas, nada suaranya meninggi, menunjukkan secara jelas penolakannya. Namun Resa sama sekali tidak menyerah. Ia menyilangkan tangan di d**a, bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang penuh tantangan. “Ayolah, Ed,” ucapnya dengan suara yang sengaja dibuat lembut, seolah sedang merayu. “Kau tahu dengan jelas bahwa aku tidak pernah main-main dengan hal seperti ini. Kita hanya... menakut-nakutinya saja. Tidak akan sampai seperti yang kau pikirkan. Aku janji.” Edo menggeleng keras. “Tidak akan sampai seperti yang aku pikirkan? Res, jangan melakukan hal yang terlalu berlebihan. Bagiku kau terlalu berlebihan, memasukkan dua pria ke ruang pribadiku hanya untuk menakut-nakuti Jessica? Kau pikir itu hal sepele? Itu sudah gila, Res. Terlal

