Memasak Karena Kalah Taruhan

1751 Kata

Langkah kaki Nadia terhenti seketika begitu matanya menangkap sebuah rumah bergaya klasik modern di kejauhan. Rumah itu tidak terlalu besar, tapi tampilannya sungguh menawan. Dinding berwarna putih gading berpadu dengan pilar-pilar elegan, dan halaman depannya dipenuhi bunga berwarna-warni—mawar merah muda, melati putih, dan anggrek ungu yang membuat suasana tampak hidup. Angin mengibaskan kelopak bunga, menambah kesan seolah rumah itu berdiri di tengah taman rahasia. Nadia terdiam cukup lama, matanya berbinar penuh kekaguman. Namun, keheranannya bertambah ketika ia menyadari Saka tidak berjalan menuju rumah tersebut. Pria itu justru berbelok ke arah lain, melangkah mantap seolah sudah hafal setiap jengkal jalan. “Hm? Dia mau ke mana?” gumam Nadia pelan. Ia mempercepat langkah, berusaha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN