Saka menyalakan mesin mobilnya, namun suara yang terdengar hanya deru pendek tanpa tenaga. Ia mencoba lagi, memutar kunci kontak dengan lebih kuat seakan itu bisa membantu, tetapi mesin tetap tak kunjung menyala. Keningnya langsung berkerut, tangan kirinya mengetuk ringan kemudi, ekspresi wajahnya berubah bingung. “Kenapa, Saka?” tanya Nadia, matanya ikut memandang dashboard, seolah-olah bisa mengerti sesuatu dari lampu-lampu indikator yang berkedip. “Mesinnya tidak mau menyala,” ucap Saka singkat, suaranya terdengar agak jengkel. Ia segera membuka sabuk pengamannya lalu turun dari mobil. Nadia buru-buru membuka pintu, “tunggu Saka, aku ikut.” katanya cepat sambil mengikuti langkah Saka. Saka membuka kap mobil, ia menunduk, menatap kemudian menghela napas panjang. Ia tidak terlalu men

