Ada Pertemuan Penting

1865 Kata

Setelah menunggu selama lima belas menit, akhirnya suara mesin dari luar lift terdengar lagi—desingan halus, diikuti derit logam yang menandakan seseorang sedang memperbaiki. Lampu di dalam lift yang sempat padam kini menyala redup. Nadia bersandar di bahu Saka dengan mata terpejam lemah. Saka kembali memeluknya pelan, mengusap bahunya agar tetap tenang meskipun sekarang ia sudah tidur. Tak lama, terdengar suara berisik dari luar. “Lift-nya sudah bisa dibuka! Hati-hati, perlahan!” salah satu teknisi berseru. Cahaya terang langsung menembus ke dalam saat pintu lift perlahan terbuka. Saka memicingkan mata karena silau, dan tepat setelah celahnya cukup lebar, wajah panik Raihan muncul di depan mereka. Nafas pria itu terengah-engah, kemejanya tampak berantakan seperti orang yang berlari t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN