Sashi masih berbaring lemas, dia tidak mau bergerak. Memaki dirinya sendiri, saat dia pergi kuliah ayah ibunya berpesan untuk menjaga diri. Jangan mau terperdaya oleh lelaki. Tetapi Sashi telah kehilangan mahkotanya, bahkan dia tidak bisa menyalahkan Aric sepenuhnya. Kalau saja tadi malam dia menolak, kalau saja dia tidak terlena pada sentuhan dan kata-kata Aric, tidak akan ada yang terjadi. Sudah setengah jam Aric meninggalkan dia, tidak tau pergi ke mana. Dia mendengar pintu kamar terbuka, Aric telah kembali, suara langkah kakinya dia hapal. Sashi merasakannya naik ke atas tempat tidur. "Sashi, minumlah ini." Aric memberikan botol berisi tablet pada Sashi. "Apa itu?" Sashi berkata lemah. Matanya membuka. "Karena tadi malam." Aric menghela nafas panjang. Amarah Sashi muncul, "Seka

