Sebenarnya pikiran Aric sedang jauh melayang, tapi, karena tuntutan profesionalitas, pemotretan bersama timnya saat ini dijalani juga. Beberapa kali Aric hanya menjawab sekenanya sapaan dari orang yang menegurnya. "Seharusnya kamu tidak perlu membuat rumit hidupmu sendiri." Aric menoleh ke asal suara, "Siapa bilang?" "Kamu memutuskan hubungan denganku, karena bermain dengan seorang anak kuliahan?" Aric malas menjawab pertanyaan dari wanita berambut pirang itu, tidak bisa dihindari, dia dan Mey kerap bertemu karena mereka memiliki bidang pekerjaan yang sama. "Jadi apa kalian putus? Hubungan yang cukup dangkal." Mey mengikuti Aric. Beberapa pasang mata memperhatikan mereka. "Mey, karena menghargai masa lalu. Aku katakan untuk tidak mencampuri urusanku lagi." Mey menggerutu, tadin

