Ketika Sashi dan Aric sampai di kos, mereka melihat Julio duduk bersila di sana. Wajahnya tegang dan tidak suka, dia memandangi Aric dari atas sampai bawah. Aric mengerutkan kening, dia rasanya pernah melihat lelaki ini sebelumnya. "Abang." Sashi berhambur, "Kapan datang?" Oh ... lelaki itu yang Aric lihat makan bersama Sashi. Ternyata dia Julio, Sashi pernah bercerita. Julio menatap Aric, ketika bersalaman terlihat wajah Julio semakin suram. Melihat situasi yang sedikit mencekam, Sashi segera mencairkan suasana dengan masuk dan membuka kamarnya. "Abang nginap di mana? Kenapa datang nggak bilang- bilang." Sashi bergegas membuatkan kopi sachetan dan menyuguhkan pada Julio juga Aric. Julio memandang tajam ke arah Aric, "Aku langsung aja." "Ya," sahut Aric. "Aku sudah dengar soal pe

