Aric melirik Sashi sambil menyetir. "Kenapa senyum-senyum terus dari tadi?" Sashi tertawa, dia terus tersenyum sampai pipinya terasa pegal. "Aku seneng, kak." Sashi menjawab. Mereka baru saja bertemu dengan kedua orang tua Aric di salah satu rumah orang tua Aric. Kedua orang tuanya sangat baik dan ramah, tadinya Sashi begitu cemas sebelum bertemu. Mama Aric bahkan membawakan oleh-oleh dari Kalimantan. Kain banjar, juga beberapa makanan Khas. Mereka langsung pulang nanti malam, karena sibuk bekerja. "Seperti mau nangis karena seneng." Sashi berkata lagi. "Kalau Sashi senang kakak juga." Hanya, soal Julio kemudian mengganggu Sashi. Kemarin dia tak mau menemui abangnya itu karena kesal. Malam ini dia akan menemui dan memintanya pulang. Tidak mengerti kenapa Julio begitu keras kepal

