Julio pulang .... Begitu saja, abangnya itu bahkan tidak menyangkal sedikitpun. Dia hanya minta maaf, kemudian pulang, tanpa bertemu lagi untuk berpamitan. Sashi murung seharian, dia keluar dari kelas dengan sesak di hatinya. Bahkan panggilan Tita diabaikan. Sashi berjalan terus, menuju gerbang kampus. Dia mau segera kembali ke kosnya dan tidur. Memikirkan lagi, apa yang terjadi. Katanya, bukan karena dia memiliki perasaan lain, dia menentang pernikahan Sashi. Dia memang masih muda, selama ini Sashi sangat antusias membahas soal kuliah dan rencana masa depannya. Julio, jadi orang yang selalu menjadi tempatnya berbagi. Mungkin wajar dia merasa heran. Sashi berlari makin cepat. Pusing .... "Kak Aric?" Sashi melihat pintu kamarnya tidak terkunci. Pria itu ... padahal Sashi bilang dia i

