Tadi malam Aric bermimpi saat dia bertengkar dengan Sashi, air mata Sashi mengalir deras, wajahnya penuh kemarahan. Aric begitu nelangsa, saat bangun dadanya terasa sesak. Kemudian dia sadar kalau hari ini dia akan menikah. Mimpi itu adalah pertanda, kalau dia membuat Sashi menangis maka dia akan merasakan sakit yang lebih parah. Dan sekarang, Sashi duduk bersanding di sebelahnya. Dari ujung kepala hingga ujung kaki, membuat jantungnya berkali lipat berdetak lebih cepat. Bahkan Aric terlalu sulit mengatakan cantik, karena Sashi lebih dari itu. Dalam kehidupannya yang kotor, perempuan itu hadir dan ketika Aric membuatnya ikut kotor, dia tak meninggalkannya. Di mana lagi akan dia dapatkan wanita seperti itu? Se-senior Alaric. Kata-kata Sashi malam itu bergema di telinganya, bukan kali p
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


