Sashi berguling di atas tempat tidur, besok kedua orang tua kakak Aricnya akan datang. Mereka begitu baik, semoga saja Sashi bisa tetap menawan di mata mereka. "Sashi." Terdengar Julio mengetuk pintu. Sudah jam 10 malam. Dengan malas-malasan Sashi membuka pintu kamarnya. "Ya, abang." "Abang mau bicara." Sashi mengeluh malas, "Langsung aja bilang sekarang." "Ayo ke teras belakang. Buatkan abang kopi." Julio berlalu dari hadapan Sashi. Semakin malas rasanya Sashi pergi ke dapur membuatkan Julio kopi sebelum menyusulnya ke teras belakang. Sashi meletakkan kopi di atas meja. Duduk di sebelah Julio. "Mau bilang apa?" "Aric, lelaki itu b******k. Abang nggak akan berhenti memperingatkan kamu, karena itu kewajiban abang." "Apa alasannya?" "Kamu kira abang nggak menyelidiki calon sua

