"Mau ke mana kamu?" Sashi menghentikan langkahnya, tadi malam Aric melarangnya mengantar ke hotel. Pagi ini, Sashi buru-buru bersiap ke sana. "Bukan urusan, Abang. Aku udah pamit ke papa." Sashi menjawab dengan kesal. Tanpa memperdulikan panggilan Julio dia mengeluarkan motor dari garasi rumah. Menuju ke hotel tempat Aric menginap. Dia belum memberitahukan soal kedatangannya ini. Di lobi, Sashi menelepon Aric. Sashi tidak bisa tidur semalaman, walaupun Aric berkata tidak apa-apa, Sashi tahu di dalam hatinya, pria itu terluka. Aric, orang yang memiliki harga diri tinggi. Julio membuatnya tampak buruk di depan keluarga Sashi. Sashi melihat Aric turun menuju ke arahnya, rambutnya tampak basah. Sashi bergumam, kekasihnya selalu terlihat sexy. "Udah sarapan?" Aric bertanya. Sashi men

