Aric menjemput Sashi di kos-kosan, malam ini mereka akan datang ke party teman Aric. Dia menaikkan alisnya. Sashi, gadis itu terlihat cantik seperti biasa dengan top bewarna kuning lemon dan celana gelap. Sashi juga mengenakan tas selempang mungil berbahan parasut. "Kak. Aku enggak salah kostum?" Aric menggeleng. Sashi melihatnya dari kepala hingga ke kaki. "Kenapa?" Aric mengerutkan kening. "Uhuk. Mmhh lumayan juga penampilan kakak." Aric tertawa mengacak rambutnya. Dia padahal hanya mengenakan kaos hitam dengan outer denim, juga celana jeans pudar. "Penampilan kakak kacau, kalau kamu bilang ini lumayan berarti kamu udah sangat...sangat...sangat terpesona dengan level parah." "Ha?? Teori dari mana?" protes Sashi sambil terkikik geli, Aric menggandengnya menuju mobil dan mereka

