bc

The CEO Diaries

book_age16+
346
IKUTI
2.0K
BACA
family
scandal
powerful
comedy
like
intro-logo
Uraian

Freddy/Edgar terlibat dalam kasus tabrak lari pada saat balapan liar dan kini ia dalam kejaran polisi. Untuk menyembunyikan identitas aslinya, Edgar melakukan penyamaran dan ia bekerja menjadi seorang pengasuh anak kembar. Edgar terpaksa harus menerima tawaran pekerjaan itu demi bertahan hidup karena selama menjadi buronan polisi dia tidak bisa leluasa menggunakan semua uangnya.

Edgar harus tahan dengan semua perlakuan Siera dan kedua anaknya yang super menyebalkan itu. Namun, seiring berjalannya waktu, Edgar jatuh cinta pada Ibu si kembar dan menyayangi kedua anak itu seperti anaknya sendiri. Sehari-harinya, Siera selalu mengeluh tentang pekerjaannya di kantor. Dia juga melampiaskan semua kekesalan dan amarahnya pada Edgar karena perlakuan bosnya yang mempekerjakannya semena-mena.

Tak disangka, bos yang sering dibicarakan oleh Siera adalah Edgar, seorang CEO di perusahaan tempatnya bekerja sekaligus tersangka utama dalam kasus tabrak lari yang menewaskan ayah kedua anak kembarnya. Bagaimana dengan perasaan Edgar saat itu?

chap-preview
Pratinjau gratis
Fast and Furious Car Races
“ARE YOU READY GUYS?” teriak seorang pria. Dia adalah pemandu balapan mobil yang berdiri di depan para pengendara yang siap melakukan aksi balapan liar. “READY?” tunjuk pemandu itu, satu per satu pada pengendara yang sudah siap di jok kemudi. “READY? READY?” tanyanya lagi. BREEMM! BREEMM! BREEMM! Para pengendara mobil sedan merek ternama sudah bersiap menunggu intruksi selanjutnya. Setelah pemandu itu berteriak “GO!” mereka segera tancap gas. Tidak lama lagi, balapan liar pun akan segera berlangsung. Oke, kita tunggu sebentar lagi setelah hitungan ketiga. Freddy sudah tidak sabar lagi ingin segera melaju. Lihat saja, apa mereka mampu mengalahkannya? Freddy tersenyum sinis ke arah spionnya. Pria yang mengenakan pakaian serba hitam-hitam itu membetulkan posisi topinya dan membalikannya ke belakang. “GO! GO! GO!” teriak pria berambut kribo tersebut. Sembari melambaikan tangannya dari atas ke bawah. Tanda pertandingan dimulai. Freddy segera tancap gas dan melajukan kendaraannya secepat “The Flash”. Wuizzz! Pandangan Freddy fokus ke depan. Dia bertekad harus memenangkan balapan itu. Jika tidak ingin dicap sebagai pecundang oleh rival-rivalnya. “Dasar pecundang!” umpat Freddy. “Beraninya mereka ingin berduel denganku. “Monyet-monyet payah!” Mobil yang dikendarai Freddy melaju pesat. Itu karena mobilnya baru saja dimodifikasi dan mesin-mesinnya sudah sangat canggih sehingga dia unggul dalam balapan kali ini. Namun, tentu saja Freddy tetap harus waspada. Dia tidak boleh meremehkan rival-rivalnya yang sama kuat dengannya. Mereka itu terlatih dan juara bertahan selama bertahun-tahun dalam balapan liar yang diselenggarakan setiap akhir pekan di Jembatan Kingston, Kota Glasgow. “Hah, juara apanya? Juara kandang doang,” ejek Freddy sambil terus menjaga keseimbangan laju kendaraannya. Rivalnya di belakang sudah siap menyusul Freddy. Sial! Mereka mencoba menyalipnya. Bahkan, tak tanggung-tanggung mereka melakukan kecurangan agar bisa memenangkan balapan tersebut. “Tidak semudah itu, b******k!” Freddy masih bertahan. “Kalian akan tahu siapa Freddy sebenarnya,” ucapnya membanggakan diri. Mobil Freddy berhasil diserempet oleh kedua rivalnya di samping kanan dan kiri. Apa-apaan mereka ini? Mereka anggap mobil Freddy lelucon? Yang benar saja. Freddy tidak bisa membiarkan mereka memenangkan pertandingan sengit itu. Apa pun yang terjadi dan bagaimana pun caranya, Freddy harus menang. Dia tidak memedulikan lagi sekitarnya. Yang ada dalam pikirannya saat ini adalah menang, menang, dan menang. Itu yang terlintas di otaknya saat ia memaksimalkan kecepatan kendaraannya. “Minggir kalian semua! Dom Toretto mau lewat!” ujar Freddy. Dia melihat ke depan jembatannya akan segera terbelah. “WUUUUHHHHUUUU!” teriaknya kencang saat Jembatan Kingston terbelah. Itu tantangannya. Freddy harus bisa melewatinya. Kecepatan penuh dia maksimalkan agar bisa melaluinya. Saat itu mobilnya melompat dari atas Jembatan Kingston dan melakukan pendaratan sempurna di jalanan Kota Glasgow. Freddy unggul sementara. Dua rivalnya menyusul di belakang. “Sialan! Kupikir mereka tidak berani melompat tadi,” kata Freddy sambil tancap gas lagi. Pertandingan akan segera berakhir, Freddy berhasil mencapai garis finish. Dia dinyatakan sebagai pemenangnya. “Yeaaayyyy!” Freddy bangga pada dirinya sendiri. Uang jutaan dollar pun akan segera ia kantongi. Freddy keluar dari mobil dan para wanita-wanita berpakaian minim datang menghampirinya, menyambutnya penuh suka cita. Ada yang memujinya, menggodanya, bahkan ada pula yang mengajaknya bermalam di hotel sebagai hadiah karena dia berhasil menjadi pemenang balapan pekan ini. Freddy menolaknya dengan tegas. Dasar arogan! Para wanita harus menelan rasa kecewa karena Freddy selalu saja menolak wanita-wanita jalanan itu. Meski mereka cantik dan seksi tetap saja, tidak bisa. Freddy tidak pernah sembarangan tidur dengan seorang wanita. Yang akan Freddy lakukan sekarang adalah bertransaksi dengan si pemandu balapan. Setelah menerima uang jutaan dollar tersebut, Freddy akan segera pergi. Sayang sekali, sebelum serah terima uang hasil balapan, terdengar suara sirine mobil polisi mendekati arena balapan liar. Mendengar sirine berbunyi kencang, otomatis suasana di area balapan pun menjadi gaduh. Bubar jalan. Masing-masing menyelamatkan diri untuk menghindari razia balapan liar di malam hari. “Sial! Uangnya belum kuterima, polisi udah datang. k*****t!” Freddy segera masuk ke dalam mobil. Lalu, dia pergi tergesa-gesa dan polisi mengejarnya. Dalam keadaan emosi, Freddy berkendara seperti orang kesetanan. Dia kebut-kebutan di jalan raya pada dini hari. Seusai balapan liar yang ia ikuti beberapa jam yang lalu. Kini, Freddy kejar-kejaran dengan polisi saat dia menghindari razia balapan liar tersebut. Freddy berhasil lolos dari kejaran polisi. Fiuh! Syukurlah. Freddy bisa bernapas lega sejenak. Dia harap, semoga polisi-polisi itu tidak mengejarnya lagi. Dia menoleh ke spion, melihat ke belakang. Aman. Polisi-polisi itu kehilangan jejaknya. Klik! Freddy menyetel musik dengan kencang untuk menenangkan diri. “We Own It” yang dinyanyikan 2 Chainz and Wiz Khalifa merupakan lagu favoritnya saat berkendara. Lagu itu mengalun di dalam mobilnya. Tak jarang, Freddy pun ikut-ikutan ngerap menirukan lirik lagunya. DRRRTTT! Ponselnya bergetar. Panggilan masuk dari sekretaris pribadinya di perusahaan. “Bos Freddy, apa Anda masih berada di arena balapan?” tanyanya. “Tidak. Aku sedang di jalan, arah pulang. Ada apa?” Freddy balik tanya. Sepertinya ada sesuatu yang sangat penting harus disampaikan segera oleh sekretarisnya pada dini hari begini. Terang saja, seluruh pegawainya tengah kesusahan di kantor mengurus permasalahan perusahaan dan laporan bulanan, bosnya malah asik melakukan kegiatan tidak penting. Balapan liar. Ketika sekretarisnya itu menyampaikan masalah yang tengah dihadapi perusahaan saat ini, Freddy malah kehilangan headset portablenya. Sialan! Kenapa harus jatuh sih? Freddy berusaha mengambil headsetnya yang terjatuh. Namun, saat ia akan meraihnya tiba-tiba saja ada seseorang yang menyebrangi jalan dan kecelakaan lalu lintas pun terjadi. Tak terelakkan lagi. BRUUKKK! Suara apa itu tadi? Freddy terkejut dan menginjak rem secara mendadak. Barusan itu seperti suara sesuatu yang tak sengaja ia tabrak. Dia segera membuka pintu dan keluar dari mobilnya. “Oh My God!” Freddy tepuk jidat. Dia melihat seorang pria tergeletak berlumuran darah tepat di depan mobilnya. “Tuan, Anda bisa mendengarku?” Freddy hendak menolongnya. Namun, lagi-lagi sirine mobil polisi yang mengejarnya terdengar dan membuatnya panik. Pria yang tak sengaja ditabrak oleh Freddy masih bisa berbicara meski terbata-bata. Sayangnya, saat itu Freddy terlihat panik dan mencari cara untuk melarikan diri. Tanpa pikir panjang, Freddy meninggalkan pria tak berdaya itu. Dia hanya mengambil ponsel di mobilnya lalu bergegas lari meninggalkan mobil dan pria yang tengah sekarat itu. “Maafkan aku, Tuan. Aku harus pergi,” ucap Freddy sebelum pergi. Freddy berlari, bersembunyi dari kejaran polisi. Tidak ada cara lain selain melompat ke dasar sungai, pikirnya. Untuk mengelabui polisi yang semakin dekat, Freddy pun segera melompat ke sungai. BYUUURRR! Beruntung, Freddy adalah perenang handal. Dia bisa berenang dan berhasil menepi ke pinggir sungai. Dia bersembunyi di kolong jembatan sampai polisi tidak bisa mengejarnya lagi. Sambil menunggu pagi, dia akan tetap bersembunyi di sana. Sampai keadaan aman, baru dia akan pulang ke rumah dan memikirkan langkah selanjutnya. Freddy merogoh saku celananya, ponselnya basah namun masih bisa digunakan. Dia berusaha menghubungi sekretarisnya. Sayang sekali, ketika sekretaris menjawab panggilannya, ponselnya berhenti melakukan panggilan dan tidak menyala lagi. “What the hell?” Freddy mendengus kesal. Dalam keadaan basah kuyup, kedinginan, dia juga harus bersembunyi dari kejaran polisi. Mungkin saat ini, dia bakalan berurusan dengan hukum terkait kasus tabrak lari yang tak sengaja ia lakukan tadi. Kenapa dia sial sekali hari ini? pikirnya. Pagi tiba. Sekretarisnya berhasil melacak keberadaan Freddy. Lokasi terakhir saat menelepon, bosnya itu ada di kolong jembatan dekat sungai. Dia menemukan Freddy yang tengah menggigil kedinginan. Segera saja sang sekretaris memberikannya mantel hangat dan membawanya pergi dengan mobil perusahaan. “Anda baik-baik saja, Bos?” tanya sekretarisnya. “Tuan Frans sedang menunggu Anda di rumah,” kata sekretaris memberitahunya. Freddy tidak menjawabnya. Dia hanya memejamkan mata dan berpura-pura tidur. Dia sedang menenangkan pikirannya. Sambil mencari cara agar dia bisa lolos dari jeratan hukum akibat kasus tabrak lari itu. Sesampainya di rumah, Freddy ditemani sekretaris pribadinya pergi menghadap Tuan Frans, ayahnya. Freddy baru saja hendak menyapa sang ayah, tiba-tiba sebuah tamparan keras mendarat di pipinya. PLAKKK! “ANAK BODOH!” hardik Tuan Frans. ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
201.3K
bc

Kali kedua

read
221.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.3K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.3K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
84.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook