17.muak

1148 Kata
Eros pov (FLASHBACK ) Sejak tadi,aku memperhatikan interaksi empat orang yang berada disudut restoran. sesekali tanganku mengepal,karna dengan sengaja Razan tersenyum mengejek ke arahku,dia melayangkan beberapa candaan yang membuat orang orang sekitarnya tertawa termasuk Rania. dia seolah sedang membuktikan kepadaku bahwa dia mampu membahagiakan Rania,begitu sombongnya dia saat menampilkan senyum smirknya dengan percaya diri. dan kulihat Rania juga sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran Razan disisinya. sungguh hatiku seperti terbakar karna melihat kedekatan mereka. Rania apakah begini cara mu membalas ku? belum lagi godaan si usil Fachri di sebelahku,dia benar benar menyebalkan. dia sahabat atau justru musuh? bisa bisanya menyudutkan ku sejak dikantor tadi sampai aku muak dibuatnya, aku menyuruh Fachri segera menghabiskan makanannya,karna aku tidak tahan berlama lama disana. setelah makanan Fachri habis segera kutarik lengannya secara posesif menjauhkan diri kami keluar dari restoran itu,biarlah Razan merasa menang saat ini.Tapi lihat saja nanti. *** Brakk .. ku dorong pintu ruangan milik Razan dengan kaki ku, ingin sekali aku mengamuk dan memukul wajahnya bertubi tubi hingga babak belur. baru saja membangun perusahaan kecil ,sombongnya sudah selangit.Tidak ingatkah dia dulu menjadi babu di perusahan F.A corp.yang tak lain adalah milik sahabatku Fachri? benar benar menjengkelkan,mengapa dia harus hadir ditengah tengah kami? "hei..kamu nggak tau cara bertamu yang sopan kekantor orang ya?"aku tidak peduli ucapannya,yang kutahu sekarang aku mendekatinya lalu menarik kerahnya kasar. "jangan jadi perusak rumah tangga orang!"bentakku kepadanya dia menepis tanganku kasar,seraya tersenyum miring "rumah tangga pura pura yang kamu maksud?" tanganku semakin mengepal,tak terima dengan pernyataan yang dia lontarkan. "mau pura pura atau tidak,kamu tidak berhak masuk kedalam nya" "hahahaha..."Razan tertawa lepas lalu menggeleng pelan "Jangan marah kalau sesuatu yang kamu sukai direbut orang lain!ingat, tidak dulu kamu melakukan hal yang sama.Bisa saja ini karma untuk mu" skakmat.. aku terdiam,memang aku salah waktu itu merebut Aruna yang masih menjadi kekasihnya. "ambil saja Aruna!Lagipula aku sudah tahu rasa tubuhnya seperti apa!tapi, aku tidak akan menyerah mendapatkan Rania sekalipun kamu melarang dengan keras" "m-maksudmu,Aruna?" "kamu merebut barang yang sudah nggak segel Eros" "bekas"sambungnya ,membuatku memukulnya .Aku tidak tahan ketika tanganku tak bisa menyentuhnya. aku tidak terima jika itu benar adanya,aku marah dan jengkel secara bersamaan. hatiku hancur berkeping keping setelah mengetahui kebenarannya. Wanita yang kucintai tulus selama ternyata sudah menyerahkan kegadisannya pada orang lain.Memang itu bukan salahnya,tapi dia tidak jujur padaku,itu masalahnya. pantas saja orangtuaku sangat bersikukuh menolak Aruna menjadi pacarku,apa mereka tahu kalau Aruna? hah..aku mendadak pusing ,dan meninggalkan Razan dengan kondisi yang berantakan. **** to :my beloved datang ke apartemenku sekarang! satu pesan kutulis dan kukirim kepada Aruna,sungguh aku kesal dibuatnya. bagaimana besok jika benar benar aku menikahi lalu melakukan malam pertama,tidak kah aku kecewa setelah tahu dia tidak virgin? "b******k"umpatku dalam hati. setelah beberapa lama menunggu,terdengar suara ketukan pintu ,aku bangkit dari sofa lalu membukakan pintu untuk Aruna "sayang"Aruna dengan agresif memelukku seperti biasa,namun aku tidak membalasnya,entahlah seleraku mendadak hilang kepadanya. "masuk!aku ingin bicara!" dia menurut ,lalu masuk kedalam. "ada apa sayang?"dia bergelayut manja ke lenganku,namun justru membuatku jengah. "kenapa lehermu?"meski begitu entah mengapa aku masih memberikan perhatian untuknya. menyebalkan sekali kan? "alergi,didalam tubuhku banyak merah merah begini"dia mencebik,biasanya aku gemas jika dia bersikap seperti itu namun sekarang justru kesal. "apa kamu mau lihat?"tanya nya menggodaku, baru aku sadari dia menjijikkan seperti ini,apa dulu bersama Razan dia melakukan hal yang sama ,suka menggoda? kurasa iya,kalau tidak mana mungkin sampai melakukan itu. belum sempat menjawab pertanyaannya,namun pintu kembali terketuk,dan dengan sigap Aruna membukakannya. aku ingin menahannya,namun sudah terlebih dulu dia membuka pintu itu. "hah .kamu ganggu aktivitas kami tau nggak"Aruna menyilangkan tangannya didada sambil memutar bola matanya. aktivitas apa maksudnya coba,bisa saja nanti yang mendengarnya jadi salah persepsi,tapi tunggu apa itu jangan jangan Rania? "maaf,bisa kalian lanjutkan!saya permisi"Rania melenggang masuk menjinjing tas besarnya.Benar itu Rania,aku segera menginterupsi langkahnya,menghadangnya didepan. "Rania"panggilku,mungkin dia mengira aku baru menyadari kehadirannya. "iya,ini saya.Saya menepati janji saya,hanya pergi untuk seminggu"jawabnya ketus,membuatku jadi tidak enak. apa hanya perasaan ku saja? segera aku mendekat kepada Aruna yang masih setia diambang pintu, "kamu bisa pulang sekarang,mama ada dibawah,nanti bisa kacau kalau dia naik dan lihat kamu disini"aku membohonginya. dan berhasil,dia pergi dari sini.Membuatku merasa lega ,aku jadi punya waktu menjelaskan semua kepada Rania . . . . . Autor pov "Eros" "ya?"tanya Eros menghentikan langkahnya "kenapa tas saya dibawa kekamar kamu?"tanya Rania polos. "memangnya ada yang salah?" "bisa kita tetap pisah kamar saja?"pinta Rania "kita suami istri kan?harusnya tidur dalam satu kamar"jawab Eros tanpa beban yang membuat Rania tercengang. "tapi_" "saya tidak akan macam macam kok" Rania mengikuti jejak Eros kedalam kamar besar itu. ada rasa trauma ketika mengingat dia disetubuhi secara paksa oleh Eros beberapa waktu lalu. "kenapa diem aja,sini masuk!"Eros melambaikan tangan kearah Rania yang mematung diambang pintu. "apakah ini benar,Eros?"tanya Rania membuat Eros bertanya "benar apa ?" "soal kita,maksudnya kamu ingin memulai membangun hubungan diawali dengan berteman?" "enggak" "terus tadi?" "bisa kita mulai hubungan kita sebagai suami istri,Rania?status kita suami istri,bukan teman" glek. Rania merasa tercekat,dia menundukkan kepala dalam dalam.Apa itu artinya? "Ran?" "iya" "bisa kan?" "saya_"Rania mendadak meremang saat Eros ternyata berada didekatnya,sangat dekat hingga terkikis hanya beberapa centi saja. Rania menggenggam kedua tangannya kuat kuat "saya tidak mau ada perceraian Rania!jika dulu kamu meminta saya membebaskan kamu ,saya menyetujuinya tapi tidak dengan sekarang,karna saya sudah meninggalkan Aruna demi kamu" "tapi_" "sttt...jangan banyak tapi tapian,intinya mulai sekarang kita berbaikan !" Eros mengajak Rania bersalaman. tentu saja meski rasanya aneh Rania menyambut uluran tangan suaminya. dan yang membuat Rania terkejut dan tersipu secara bersamaan ketika Eros mengecup punggung tangan Rania. . . . . Aruna berkacak pinggang karna Eros tak menjawab panggilannya,padahal Eros tidak pernah bertindak seperti itu sebelumnya. apa ini karna gadis kampungan itu?gumamnya. Aruna benci diabaikan seperti ini,dia ingin selalu menjadi prioritas dan selalu dipentingkan oleh Eros. satu pesan dia kirimkan untuk Eros,berharap kekasihnya itu segera menemuinya setelah membaca pesan Aruna. sepuluh menit berlalu,tidak ada tanda tanda gawainya berbunyi,membuatnya mengurut pelipis pelan. "sialan kamu ,Eros"makinya. tidak tahan diabaikan seharian seperti ini,Aruna segera menyambar kunci mobil dan berjalan cepat menuju bagasi. persetan dengan apa yang akan terjadi selanjutnya,yang penting dia menemui Eros dulu. enak saja kamu giniin aku,Eros!lihat aja nanti! selama perjalanan dia tidak berhenti menggerutu,menaikkan kecepatan pada laju mobilnya. "Eros!buka pintunya!"Rania membuka pintu "ada apa?bisa tidak harusnya bertamu dirumah orang itu mengucapkan salam dulu" "bodo amat!mana Eros?" Aruna mendorong Rania kasar hingga gadis itu hampir terhuyung. "astagfirullah" desis Rania,mengekori Aruna yang sudah mengamuk tidak karuan. "buka pintu! Eros!"Aruna menggedor pintu kamar pria itu ceklek... "ada apa?"Eros yang baru saja bangun tidur menguap lebar didepan Aruna. "kamu keterlaluan,kenapa seharian nggak ngabarin aku?" "ck,kamu pikir kamu siapa ,harus gitu ya aku laporan setiap kegiatan aku sama kamu?"Aruna melotot kearah Eros. "Eros,kamu sadar ngomong sama siapa?"tanya Aruna berkacak pinggang. "iya,sadar dong,masa engga" "keterlaluan kamu,minta maaf nggak!"jika dulu Eros selalu membujuk dengan segala rayuan mautnya demi Aruna supaya tidak lagi merajuk.tapi tidak dengan sekarang,dia sudah bosan. "okey,aku minta maaf ya Aruna karna_" "mulai hari ini hubungan kita berakhir"sambung Eros dengan nada santainya "APA KAMU BILANG?"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN