"APA KAMU BILANG?"
"apa ucapanku barusan kurang jelas ditelinga kamu?"tanya Eros membuat Aruna memerah,dia sangat kesal karna keputusan Eros yang mengakhiri hubungan sepihak ini .
"apa semua ada hubungannya sama gadis kampungan ini?"Aruna menunjuk kearah Rania yang berdiri disampingnya agak jauh.
Ekor mata Eros mengikuti arah telunjuk itu dengan tidak suka.
"dia bukan gadis kampungan,dia istriku"sergah Eros semakin membuat Aruna gusar.
"becanda mu nggak lucu !"
"aku tidak sedang bercanda,aku serius!" Eros menatap tajam kearah Aruna.
bulir bening mulai menetes dari sudut mata gadis itu,
"kenapa? kamu ingakarin janji kamu ?kamu bilang mau memperjuangkan aku,tapi apa?kamu bohong Eros.Kamu bohong!kenapa?"bentak Aruna dengan d**a naik turun,Rania melihat betapa sskit dam marahnya Aruna kepada Eros.
tapi apa yang bisa dia lakukan selain hanya bergeming menyaksikan pertengkaran pasangan kekasih dihadapannya .
"karna kamu,udah nggak virgin lagi.Jadi nggak ada alasan untuk aku mempertahankan kamu"jawab Eros lantang membuat Aruna terkejut,namun tidak hanya Aruna ,Rania pun sama.
gadis yang sejak tadi menonton adegan pertengkaran keduanya pun tak kalah tercengang atas ucapan Eros.
"tahu dari mana kamu?"tanya Aruna bergemuruh.
"tahu dari laki laki yang dulu sering menikmati tubuh kamu"Aruna menegang,dia mulai kacau memikirkan siapa laki laki yang di maksud Eros,karna Aruna tidak hanya melakukan dengan satu laki laki tapi lebih .
tapi siapa?
"Mantan pacar kamu"sambung Eros.
Aruna menggeleng lalu berteriak "nggak mungkin,nggak mungkin Razan"ucapnya sambil memegang kedua tangannya histeris sambil berjongkok.
ada rasa iba bergelayut dalam dihati Rania,tangannya terulur ingin membantu Aruna untuk berdiri,namun Eros melarangnya.
"Razan sudah pergi jauh ,dia tidak mungkin mengatakan apa apa sama kamu!"Eros mengernyitkan kening.
"pergi?dia tidak pergi tapi ada disini"Eros menyakinkan.
dengan sigap Aruna bangkit setelah dirinya berjongkok tadi,lalu meninggalkan apartemen dengan menutup kasar pintu itu.
"Eros,kasihan dia terluka"Rania membuka suara.
"biarkan!aku sama sakitnya ,aku sama terlukanya"jawab Eros parau.
Rania hanya terdiam,seraya menghembuskan nafas.
****
FLASHBACK ON
"Sayang?apa kamu yakin orang tua kamu menerima aku ?"
"yakin dong,masa nggak yakin.Makanya aku bawa kamu ke mereka sekarang" Eros memegang erat telapak tangan Aruna sesekali mengecup nya.
setelah sampai dipekarangan rumah nya,Eros membawa Aruna masuk kedalam istana megah yang dihuninya sejak baru lahir.
"ma"Widya yang sejak tadi fokus membaca buku tentang agama,sukses mengalihkan pandangannya kearah sang putra.
"siapa yang kamu bawa ini ,Eros?"tanya Widia dengan raut wajah tak suka setelah melihat penampilan Aruna yang demikian.
"namanya Aruna,ma"
Widia tampak mengangguk tapi ekor matanya tak berhenti menyusuri tubuh gadis yang berdiri didepan nya.
"apa pekerjaan kamu?"
"saya seorang model tante"
Widia tampak tersenyum mengejek "pantas saja,pakaian kamu seperti ini"
"ma"
"diam kamu, Eros!"
"agama kamu?"
"islam,tan"Aruna sudah gemetar oleh pertanyaan yang membuatnya seperti dikuliti
"harusnya wanita muslim,menutup auratnya,tidak diumbar seperti ini"
"mama"
"kenapa Eros?kamu yang membawanya kesini untuk mama kan?jadi wajar mama jika mengatakan hal yang mama tidak sukai"
"tapi mama udah keterlaluan ,ma"
"harusnya kamu sudah tau spesifikasi calon menantu yang mama inginkan ya ,salah kamu sendiri bawa wanita dengan baju kekurangan kain model begini"
Widia meninggalkan Aruna dan Eros.
FLASHBACK OFF
*
*
"mas Razan?"seru Rania seraya melambaikan tangan kearah pria yang baru saja mengedarkan pandangan ke seluruh sisi ruangan bernuansa estetik dan cozy itu.
Razan menghampiri Rania dengan perasaan berbunga,banyak spekulasi yang muncul saat pertama kali Rania mengirimnya pesan mengajaknya bertemu.
"assalamualaikum"menarik kursi untuk dia duduki.
"waalaikumsalam"jawab Rania mengembangkan senyumnya.
"ada apa Rania?"tanya Razan tanpa basa basi.
jauh dalam lubuk hati Rania,gadis itu tidak ingin terlalu jauh ikut campur mengenai Eros,Razan dan Aruna.
namun entah mengapa hatinya terdorong dirinya untuk bergerak lebih pintar daripada berdiam diri menahan rasa penasaran.
"gimana kabar,mas Razan?"Rania membuka obrolan dengan menanyakan kabar terlebih dahulu,tidak etis rasanya jika berbicara langsung pada inti.
"alhamdulillah baik,kamu gimana?ada perlu apa mengundang saya kemari?"
"kita pesan makan dan minum dulu mas"Razan tersenyum kepada Rania,betapa gadis didepannya ini sangatlah cantik dan lemah lembut
Haruskah Razan mencari artikel bagaimana cara merebut hati perempuan yang sudah bersuami?
"pesan icetea sama chicken steak nya mbak,sama_"
Rania melirik ke arah Razan, "saya samakan aja mbak"
"baik bu,saya ulang pesanannya,dua icetea dan dua chicken steak ya?"
"iya mbak"
"baik, kalau begitu silahkan ditunggu pesanannya"setelah waiters itu menjauh ,Rania mulai mengalihkan netranya kearah Razan.
"mas,apa saya boleh mengetahui sesuatu?"tanya Rania ragu.
"apa itu,Ran?"
"tentang percakapan kita di mobil saat itu,dari mana mas Razan mengenal Eros dsn Aruna?"
"oh ..sebenarnya saya hanya kenal Aruna,karna dulu dia kekasih saya,lalu Eros datang merusak kebahagiaan kami dengan merebut Aruna dari sisi saya"
"silahkan pak,bu.Selamat menikmati"
baik Razan maupun Rania mulai menikmati makan mereka dalam keheningan.
lima belas menit berlalu,mereka sudah memindahkan steak dari hotplate ke perut mereka.
"jadi,boleh tau alasannya kenapa?"
"nggak apa apa mas,saya hanya penasaran saja.Setelah itu apa yang terjadi mas?"
"setelah berakhirnya hubungan kami,saya keluar dari tempat saya bekerja.Dan pergi keluar pulau,mengadu nasib disana hingga akhirnya tercapailah cita cita saya,meski tidak besar seperti suami mu.Setidaknya saya bisa bekerja pada perusahaan saya sendiri"
"masya Allah...perjuangan yang luar biasa ya, mas Razan"
Razan mengangguk "alhamdulillah "
"bagaimana hubungan kamu sama Eros?"
"kami baik baik saja,mas"
"oh ..."
"mas Razan,terima masih atas waktunya ya,saya permisi dulu karna ada hal yang harus saya selesaikan.Assalamaualaikum"Rania beranjak meninggalkan Razan yang masih betah disana.
~~~~
"Dari mana,Ran?" tanya Eros yang tengah mengaduk kopinya.
pandangan Rania jatuh pada penampilan Eros yang tak seperti biasanya,hanya mengunakan celana pendek dan kaos singlet.
"Ran?"
"Rania?"Eros menepuk pundak Rania pelan
"astagfirullah"Rania menutup wajahnya.Eros terkekeh melihat tingkah Rania,sejak tadi dia melongo kenapa baru sekarang dia menutup wajahnya
"aneh"batin Eros.
"maaf,saya tidak sengaja tadi"
"kenapa harus minta maaf,kamu berhak kan melihat semuanya.Nggak dosa kok"
blush ...Rania benar benar merona dibuat nya,bisa bisanya hatinya senang digombalin seperti ini oleh Eros.
"jadi,Rania dari mana?"
"eum...maaf saya tadi bertemu sama mas Razan"raut wajah Eros tiba tiba mendadak muram,membuat Rania takut kalau Eros melakukan hal yang dapat menyakitinya.
"Eros,saya minta maaf,tolong jangan sakiti saya!kami hanya makan siang itu saja"Rania menangkup kan kedua tangannya dibawah dagu,terlihat sekali bahwa Rania sangat ketakutan
"kamu tau kan,saya sangat tidak menyukai Razan?.Jadi saya juga nggak suka kamu berdekatan sama Razan"Eros semakin mendekati Rania.
"maaf Eros,insya Allah tidak akan lagi seperti ini.Maafkan saya"
"saya memaafkan kamu"Membuat Rania terkesiap ,membuka matanya lalu menatap wajah Eros yang berada tepat di depannya.
"maaf,selama ini saya bersikap kasar sama kamu,hingga membuat kamu takut atas kemarahan saya"Eros menatap Rania dengan tatapan sendu.
"Tolong,maafkan saya!" sambung pria itu,Rania mengangguk seraya mengulas senyum.Eros menarik tubuh Rania masuk dalam dekapannya,awalnya gadis itu terkejut namun kemudian membalas pelukan Eros.