Rania mendorong pintu apartemen yang dihuninya setelah beberapa hari menikah.
ada rasa sakit yang menjalar menusuk hatinya,ketika melihat suaminya b******u dengan Aruna diruang tamu mini.
dia menutup pintu lalu menundukkan kepalanya ,saat melewati kedua orang yang tengah memadu kasih
hatinya benar benar tersayat menyaksikan hal menjijikkan didepan matanya.
'astagfirullah' Rania beristigfar dalam hatinya.
mau sampai kapan Rania bertahan dengan situasi yang merugikan dirinya,tidakkah Eros memahami bahwa Rania juga memiliki perasaan?
gadis itu bukan benda mati yang tidak memiliki hati
tapi mengapa pria itu dengan mudahnya melukai perasaan Rania secara bertubi tubi.
setelah menunaikan ibadah sholat magrib,bergegas Rania melipat mukena nya lalu bersiap siap pergi ke acara gathering bersama beberapa rekan kerjanya termasuk Salwa selaku pimpinan butik tersebut.
"mau kemana kamu?"tanya Eros setelah meneliti penampilan Rania dari ujung rambut hingga kaki .
Rania mengedarkan pandangannya 'wanita itu sudah pergi'batinnya
"saya ada acara bersama teman teman ,saya permisi dulu" dengan cekatan Eros menarik tangan Rania sebelum gadis itu mencapai pintu.
"ya Allah..Eros!"Rania memekik saat tangannya terasa panas akibat cengkraman kuat itu
"mau pergi bersama selingkuhan?hum?"
"saya tidak ada hubungan apapun selain hanya rekan kerja"
"mana ada maling ngaku"
"astagfirullah,baiklah terserah mau anggap apa hubungan saya dengan Razan,mau kamu anggap kami pasangan selingkuhan pun tidak masalah?"jawab Rania karna sudah kehilangan kesabaran,dia merasa percuma jika menjelaskan apapun kepada Eros.
"oh jadi sekarang kamu mengaku?luar biasa ,ternyata kamu liar juga"Rania mengepalkan kedua tangannya ,benar benar sangat keterlaluan Eros menusuk perasaannya dengan kalimat menyakitkan itu.
"saya pergi dulu,permisi"Eros menahan lagi tangan Rania.
"kamu pikir,kamu siapa?seenaknya datang dan pergi dirumah ini?saya nggak ijinin kamu pergi Rania"
"saya harus menghadiri acara tempat saya bekerja"
"alasan!sebenarnya bukan itu kan tujuannya?"
"astagfirullah,cukup Eros!saya dan kamu hanya memiliki status diatas kertas,tolong jangan ikut campur dengan urusan saya seperti halnya saya tidak ikut campur dengan urusan kamu seperti..."Rania menarik nafas pelan "saat kamu berciuman dengan Aruna tadi"sambungnya.
Eros menaikkan sebelah alisnya,lalu terkekeh "kamu cemburu?"pertanyaan Eros yang mengejek sukses membuat Rania benar benar habis kesabarannya
"buat apa saya cemburu,saya bisa melakukannya dengan Razan kalau saya mau"
jawaban yang membuat Eros naik pitam dan menarik paksa tubuh gadis itu masuk kedalam kamarnya.
"ma-mau apa kamu.Lepas Eros!"Eros mengunci pintu kamarnya,
"berhenti!saya mohon!" Rania mundur beberapa langkah ,jantungnya berdetak sangat kencang merasa sangat takut dengan tatapan elang Eros.
"Eros saya minta maaf,tolong jangan sakiti saya!" terlambat Eros menarik paksa hijab yang menutupi rambutnya selama ini.
untuk pertama kalinya dia terpesona melihat Rania tanpa balutan hijab.Rambut lurus berwarna hitam legam sangat mendominasi kecantikan Rania.
"jangan macam macam!saya suami kamu!"Rania mengangguk pelan,menahan sakit akibat cengkraman tangan eros yang menjepit dagunya.
entah dari mana dorongan itu,membuat Eros mencium paksa bibir Rania,lalu menggigitnya kuat hingga mengeluarkan darah.
"akhh .."Rania memekik saat bibirnya terasa perih,namun Eros tidak peduli,dia terus melumat bibir Rania meski gadis itu meronta kesakitan.
"s-sakit Eros,saya mohon berhenti!" isak tangis Rania membuat Eros tersadar akan tindakan gilanya.
dia menarik wajahnya dari Rania,memperhatikan bibir bawah Rania yang bengkak akibat ulahnya.
lalu mendorong Rania ke ranjang besar dikamarnya.
"ingat perjanjian kita,saya mohon!"Rania memekik saat tubuhnya ditindih oleh Eros,tubuhnya berusaha melepas kungkungan pria diatasnya
"persetan dengan perjanjian,saya tidak peduli lagi"
"E..eros..akh"Rania menggenggam sprei yang sudah tidak karuan bentuknya ,saat Eros menghisap kuat leher putihnya.
"Eros!buka pintunya!"
suara Aruna dibalik pintu menginterupsi perbuatan Eros yang melecehkan Rania.
dengan sigap Rania bangkit namun ditarik kembali oleh Eros
"siapa yang menyuruhmu pergi dari kamar ini?"ucapnya parau,Eros tidak peduli dengan ketukan diluar walau itu Aruna sekalipun.
"a-ada orang Eros,sa-saya harus pergi"Eros geram karna Rania tidak menurut padanya.Dengan kilatan amarah yang tidak dapat dikendalikan,Eros mengurung Rania dikamar mandi.
tak perduli gadis itu meronta,asal dia tidak pergi bertemu dengan Razan b******k itu.
ceklek..
"kenapa lama buka pintunya?"
"maaf,aku ketiduran"ucap Eros berbohong.
"mana gadis itu?"tanya Aruna curiga,melongok kan kepalanya menyisir seluruh ruangan .
"kamu pikir,dia didalam kamarku?"dengus Eros.
"dia pergi bersama teman temannya"sambung pria itu
Aruna mengangguk paham,lalu menarik lengan Eros dari ambang pintu.
"sayang,untuk beberapa hari kedepan,aku ada urusan jadi nggak bisa nemuin kamu"
"urusan apa?"
"nanti kamu tau ,tapi nggak sekarang"jawab Aruna yang mendapat tatapan aneh dari Eros.
"baiklah!sekarang kamu pulang ,udah malam,aku lelah"Eros mendorong punggung wanitanya keluar dari unitnya ,lalu menutup nya kembali tak lupa menguncinya.
agar tidak ada lagi yang mengganggu.
disisi lain,Rania berteriak minta tolong ,siapa yang akan dengar?seluruh ruangan disini kedap suara,maka sulit mendengar apa yang telah terjadi didalam.
****
brakk..
Rania tersentak ,masih tetap dengan posisi yang sama meringkuk disudut dinding karna ketakutan.
Eros menarik paksa Rania untuk berdiri lalu menghimpit tubuhnya.
"mulai hari ini,kamu resign dari tempat kamu kerja!"titah Eros.
"maaf,saya tidak bisa!"
"tidak bisa?oke,saya akan bikin kamu berubah pikiran"
Demi apapun,tubuhnya sangat sakit karna terombang ambing,Eros dengan kasar menghempaskan tubuh kecil itu kembali ke ranjang,kali ini dia benar benar gila.
tidak peduli dengan tangisan Rania,dia hanya ingin gadis itu berada dalam kuasanya.
satu sentakan kuat berhasil membuat gamis panjang Rania terlepas dari tubuhnya.
"jangan!saya mohon!"
Eros menarik sebelah sudut bibirnya lalu menekan tengkuk Rania untuk meraup bibirnya.
Rania berusaha melepaskan ciuman kasar itu,namun tak sedikitpun Eros bergeser dari posisinya.
"bercintalah dengan saya!"tanpa persetujuan Rania,pria itu menyetubuhi gadis yang sangat dia yakini masih perawan.
"Eros i-ini s-sakit.,,emptttt"Eros membungkam dengan bibirnya agar gadis yang berada dibawahnya berhenti meracau.
air matanya turun dengan deras ,kenapa perbuatan Eros tidak jauh dari binatang,dia dilecehkan dan diperkosa seperti ini.
Rania benar benar tidak bisa berpikir jernih saat kesuciannya direnggut paksa oleh Eros meski dia suaminya,namun tetap saja ini tidak benar!
Eros seperti gelap mata ,tak peduli bagaimana reaksi Rania dibawahnya,yang hanya dia pikirkan hanya membuat Rania mengubah keputusannya untuk berhenti bekerja,karna Eros yakin Razan akan terus menemui Rania ditempat kerjanya.
"akhh...."Rania kehilangan akal sehatnya meski berusaha mati matian tidak akan mendesah nyatanya kenikmatan itu menguasai pikirannya.
Eros terlalu pintar membuainya,membuat pertahanan Rania runtuh,entah mengapa tubuhnya justru menginginkan Eros terus menyentuhnya.
"benar benar tubuh kurang ajar"batin Rania
"berhentilah bekerja ,Rania!"
"ti-tidak bisa,sa- ..akhh"Rania mencengkram kuat sprei disampingnya saat Eros menekan dalam dalam miliknya ke rahim gadis itu .
"katakan kalau kamu tidak bisa!"Rania tidak menjawab dirinya terlalu sibuk mengatur nafasnya yang memburu.
"Rania.."Eros menyusupkan kepalanya diceruk leher Rania.
"sa-saya pikirkan..akhh,E-eros cu-cukup" Eros masih menikmati tubuh istrinya,dia tidak akan berhenti sebelum menerima jawaban memuaskan dari Rania
"keluar atau saya_"
"ba-baiklah,s-saya berhenti"terpaksa Rania mengatakan itu ,agar Eros berhenti.
"bagus!"Rania menitikkan air mata,kenapa takdir buruk menimpanya,sungguh ujian ini sangat berat untuk diterimanya,diperlakukan seperti ini oleh suaminya.
Eros tersenyum puas ,berhasil membuat Rania berada dalam kekuasaannya,dia tidak suka dengan Rania yang membangkang.
dengan begitu,Eros lebih bebas membatasi gadis itu dari pria manapun yang berusaha menarik perhatian Rania
termasuk Razan,Eros dangat tidak rela jika Razan berhasil membuat Rania berpaling meninggalkannya
egois,tapi Eros tak perduli.