09.Emosi

1211 Kata
FLASHBACK ON Razan membawa mobilnya ke kediaman Salwa,hatinya berkecamuk semenjak dia tau bahwa Rania telah menikah,entah mengapa dia ingin sekali tahu siapa pria beruntung yang menikahi Rania. "mas Razan,sini masuk!"Salwa terkejut melihat Razan datang kerumahnya. Razan melangkah masuk kedalam rumah Salwa. "silahkan duduk,mas.Tapi Bang Firdaus belum pulang dari kantor"ujar Salwa lalu ikut duduk disebrang sofa tempat Razan duduk. "saya kesini mau ketemu kamu ,Sal"ujarnya dengan raut wajah serius,membuat Salwa khawatir apakah pembahasannya mengenai butik atau yang lain. "ada apa mas Razan?" "soal Rania" "Hah?kenapa sama Rania,mas?"dahi Salwa berkerut, "Siapa suami Rania?"tanya nya tanpa basi basi membuat Salwa menganga,bagaimana Razan tau Rania sudah menikah? "kenapa diem sal?apa pertanyaan saya ada yang salah?"membuat Razan berkerut. "bukan mas,cuma mas tau dari mana kalau Rania sudah menikah?" "memangnya kenapa kalau saya tau,apa itu akan menjadi masalah?"tanya Razan semakin penasaran,membuat Salwa bingung menjawab apa. meski demikian,Salwa tak kuasa menahan lebih lama kepada Razan,siapa tahu Razan sangat membutuhkan info penting ini. toh,pria ini sudah tahu bahwa Rania telah menikah "jadi,Rania itu menikah sama suaminya karna perjodohan mas,jadi tertutup" "Hem.. pantes aja,raut wajah Rania berubah pas saya nanya gitu sama dia"Salwa menatap mata Razan lekat. "mas nanya apa memangnya sama dia?"tanya Salwa khawatir. "ya, saya cuma nanya apa benar dia sudah menikah,karna saya lihat ada cincin dijarinya"penjelasan Razan membuat Salwa mengangguk. "jadi,siapa suami Rania?" "namanya Eros"jawab Salwa,mendengar nama Eros membuatnya yakin bahwa yang dimaksud adalah anak dari Arjuna Reswari. "oh..."jawabnya singkat,sebuah kebetulan atau bagaimana mengapa harus Eros yang menjadi suami gadis yang dia sukai "mas kenal Eros?"tanya Salwa, "enggak ,cuma pernah denger aja namanya"jawab Razan bohong,tentu saja Razan tau siapa Eros. Eros yang pernah menjadi saingannya dulu,dalam memperebutkan hati Aruna. ya,dia dicampakan oleh Aruna begitu saja setelah mengenal Eros dan didekati oleh pria tampan itu. Aruna meninggalkan Razan demi Eros,hal yang membuat Razan benci ketika dulu dia harus mengemis cinta pada Aruna agar kembali padanya,mendapat cibiran dari Eros karna dirinya memenangkan hati Aruna dan satu lagi yang tak dapat dia lupakan begitu saja,saat Eros menghina kemiskinannya dan mengatakan bahwa dia tak pantas mendapatkan Aruna yang cantik jelita. "hm..kamu tau nggak, apa Rania mencintai Eros?" Salwa tampak berpikir sejenak, "aku rasa enggak,pernikahan mereka tidak dilandasi rasa cinta ,mas" "kenapa memangnya?"sambung Salwa . "jujur,aku tertarik sama Rania"seraya tersenyum membuat Salwa pucat pasi. bagaimana ini?Oh..Rania betapa beruntung sekaligus malangnya nasibmu,pikir Salwa. . . . . ting tong suara bel berbunyi,Eros yang baru saja keluar dari kamar mandi bergegas membuka kan pintu,dengan masih mengusap rambutnya menggunakan handuk kecil sambil bersiul kecil. "selamat sore"seulas senyum tipis terbit dari bibir Razan membuat Eros mengernyitkan dahi,memindai penampilan Razan dari atas hingga bawah. "cari siapa?" "apa benar ini unit apartemen Rania?"Rahang Eros mengeras,nama istrinya disebut oleh pria asing saja membuat pria itu ingin mengamuk. "ada apa mencari istri saya?" "oh,saya kira Rania wanita belum bersuami,karna masih terlihat cantik dan sangat memikat"benar benar membuat Eros ingin memukul wajah pria didepannya ini. "kamu siapa sebenarnya,ada apa datang kesini dan tujuannya apa sampai ingin menemui Rania?"tanya Eros dengan nada sinis. "niatnya saya ingin mengajaknya berkencan,tapi saya dikejutkan oleh satu hal,bahwa ternyata dia punya suami.Dan perkenalkan ,nama saya Razan" "brengsek...jadi kamu yang mengirim bunga untuk istri saya?beraninya kamu menunjukkan ketertarikan pada nya?hah?"Eros melayangkan pukulan di wajah Razan,hingga laki-laki itu terhuyung kebelakang. Razan bangkit seraya mengusap rahangnya akibat pukulan Eros lalu tersenyum tipis. "santai saja kawan,setidaknya disini saya masih punya harapan untuk memiliki hatinya.Karna posisi kamu,hanya suami pura pura"Razan terkekeh melihat reaksi Eros yang lagi lagi tersulut emosi. "mau apa kamu sebenarnya,kalau ingin merusak rumah tangga orang,kamu salah sasaran!"Eros menggebu gebu,meski baru saja dia selesai mendinginkan pikirannya dengan mandi,nyatanya emosinya kembali naik karna pria bernama Razan ini. menarik kerah pria itu siap melayangkan pukulannya lagi, "Jadi,apakah Eros Narotama Reswari melupakan saya?" kepalan tangan pria itu berhenti di udara,berusaha mencerna kalimat yang terlontar "Razan Anggara Yudha"sambung Razan membuat Eros tertegun,perlahan kepalan tangan tersebut melonggar bersamaan dengan kerah yang terlepas "kita lihat!siapa yang memenangkan hati Rania.Selamat sore" Razan beranjak meninggalkan Eros dengan penuh keangkuhan,jika dengan cara ini membalas rasa sakit hatinya dulu. Maka,dia akan melakukannya,Razan bukan tipe laki laki yang mudah miliknya direbut orang lain.Meski itu sudah bertahun tahun lamanya,namun sakit hati itu sulit terhapus begitu saja terlebih lagi tentang penghinaan itu. **** "sayang..ada apa?"tanya Aruna saat berada di apartemen Eros,dirinya butuh Aruna saat ini untuk meredakan emosinya,kehadiran Razan disini sangat mengusik ketenangannya. mengingat wajahnya yang berbeda saat beberapa tahun silam,saat itu wajah Razan sangat kucel dan jelek berbeda dengan sekarang. Dirinya terlihat tampan dan gagah. pantas saja,Eros hampir tak mengenali Razan,kalau bukan karna pria itu tidak menyebutkan nama panjangnya,mungkin Eros tak akan pernah menyadari bahwa pria itu adalah Razan kekasih Aruna,gadis yang pernah dia rebut dulu sebagai kekasih pria itu. apa kehadiran dia untuk merebut kembali Aruna?atau justru akan menjerat Rania? oh .kenapa Eros tidak rela jika benar Razan berniat menarik Rania terlepas dari hubungan tidak sehat ini. "ayo berciuman,Aruna!" ajaknya lalu mendaratkan bibirnya ke bibir wanitanya,meluapkan segala emosinya melalui ciuman itu.Eros benci bayangan Rania berputar putar dikepalanya. tentu saja,Aruna menyambutnya dengan senang.Saat mereka asyik b******u,Rania datang diwaktu yang sangat tepat menurut Eros. dengan sengaja,Eros memperdalam ciumannya bersama Aruna.Namun,rupanya Rania mengabaikan itu membuat Eros geram,dan menghentikan ciuman mereka. "kenapa berhenti sayang?"Aruna kecewa karna saat hasratnya memuncak justru Eros menghentikan nya. "tiba tiba aku nggak enak badan, Aruna"jawab Eros bohong,entah mengapa hatinya tidak menggebu seperti dulu saat dia bersama Aruna. "kamu pulang sekarang ya?" meski Aruna cemberut karna dengan sengaja Eros mengusirnya,namun gadis itu tidak keberatan dan meninggalkan apartemen Eros. FLASHBACK OFF . . . . Rania menangis sejadi jadinya ,bingung harus berbuat apa,memikirkan Salwa pasti sudah menunggunya sejak tadi. kembali memikirkan nasib ponselnya"bagaimana cara menghubungi Salwa?"pikirnya sementara Eros entah kemana perginya pria itu,dia tidak peduli. Rania menghela nafas,selain tubuhnya yang merasa sakit nyatanya hati gadis itu lebih dari kata hancur. mengingat bagaimana Eros menyetubuhinya tadi membuatnya kembali meringis ,Rania benci pria itu. pria yang tidak pantas disebut sebagai suami,memperkosa istrinya sendiri dengan sangat tidak manusiawi. Rania keluar dari kamar Eros,dengan tertatih.Sangat biadab Eros memperlakukannya. Rania segera membersihkan diri ,lalu masuk kedalam kamarnya. **** pagi pagi sekali,Rania sudah siap dengan gamis panjangnya ,berdandan rapi dengan make up tipis. "mau kemana?" "s-saya mau ke butik"Rania menundukkan kepalanya dari pria biadab didepannya.Gadis itu tak berani menatap wajah Eros,kejadian itu kembali teringat ketika tatapan mereka beradu ,itu sebabnya Rania memilih untuk menundukkan kepala. "saya sudah bilang,kamu_" "saya hanya ingin memberikan surat pengunduran diri saya"potong Rania cepat, "saya antar!"Rania masih bergeming,tidak mengikuti langkah Eros yang kini membuka pintu. "kenapa diam?ayo!" "s-saya sendiri saja,Eros!" "oh ..kamu mau bertemu dengan Razan juga ya?makanya nolak diantar "Rania mendongak ,memberanikan diri menatap mata elang suaminya. "apa kejadian semalam belum membuat kamu puas?kamu ingin menyakiti saya sedalam apa lagi ,Eros?saya tidak mengerti mengapa kamu seperti ini kepada saya"Rania melangkah meninggalkan Eros yang mematung, dia sendiri tidak mengerti apa motif sebenarnya membuat Rania tersiksa batin dan fisik seperti ini. selama diperjalanan,Rania hanya membuang muka kearah jendela,menopang dagunya dengan tangannya. sesekali Eros melirik wajah Rania yang tampak pucat meski sudah dipoles make up. ada rasa bersalah menyeruak dalam hatinya karna kejadian semalam. entah apa yang membuat dirinya sampai hati menyetubuhi Rania padahal gadis itu sangat tidak ingin. apa sebesar itu dia cemburu pada Razan?apa sebesar itu dia takut Razan merebut Rania darinya?harusnya Eros bersyukur dengan adanya Razan ,dia dapat terbebas dari Rania dan bisa terus bersama Aruna.Tapi apa ini?mengapa hati dan pikirannya tidak sejalan?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN