11.Bebas

1104 Kata
perlahan ,Eros membuka zipper jubah panjang yang menutup tubuh Rania,menurunkan nya perlahan.Hingga benar benar terlepas dari tubuh gadis itu. sedangkan gadis itu,hanya mampu memejamkan matanya. dadanya berdetak kencang ,karna kini tubuh polosnya dilihat langsung oleh Eros suaminya "Rania"suara berat itu terdengar berbisik menyapu telinga gadis itu,menimbulkan hawa panas yang menjalar keseluruh tubuhnya demi kebebasannya,Rania berjanji membiarkan Eros melakukan apapun kepada tubuh yang selama ini terbungkus rapi dibalik jubah longgar dan panjangnya. Eros mulai mencium bibir ranum istrinya ,melumatnya pelan,meski dia kecewa Rania tak mengimbangi ciumannya Namun,persetan dengan itu semua,yang penting dia bisa menikmati tubuh Rania malam ini. *** Sinar mentari menyapa dari ufuk timur,memberikan kehangatan bagi tubuh yang kini masih terbalut selimut tebal. Rania bangkit dari tidurnya,kemudian meregangkan kedua tangannya. jam dinding telah menunjukkan pukul enam pagi,dan ya...Rania kehilangan waktu subuhnya karna kelelahan gadis itu segera bangkit dari ranjangnya lalu menuju kamar mandi. setelah menyelesaikan kegiatan mandinya,bergegas meraih tas dan merapikan penampilannya bersiap untuk pergi bekerja. sepanjang jalan,Rania mengulum senyum karna pada akhirnya dia masih dapat bekerja meski harus melalui proses yang sulit. "selamat pagi"sapa Rania kepada Salwa yang sedang mengganti gaun di manekin nya. "Rania"Salwa memekik senang dengan kehadiran Rania lalu menghampiri gadis itu,setelah sebelumnya menyerahkan gaun yang akan dipakai ke manekin kepada salah satu pegawainya "Rania,alhamdulillah ,kamu nggak jadi berhenti" Salwa memeluk erat Rania senang,begitupun dengan Rania gadis itu sangat bahagia dengan kebebasannya. "coba ceritain,gimana akhirnya kamu bisa melawan Eros?"tanya Salwa mengimbangi langkah Rania menuju meja kerjanya. Rania mendudukkan pantatnya dikursi putar lalu menekan tombol on pada CPU disana "ya,aku cuma bilang apa yang kamu bilang aja,gitu doang" jawab Rania sambil meraih buku dan penanya. "tuh kan,aku bilang juga apa,Eros mana mungkin mau ninggalin Aruna.Ya,baguslah kamu jadi tau dimana kelemahan Eros.Biar dia nggak bisa seenaknya sama kamu"jawab Salwa sambil melipat tangannya didada. Rania hanya mengangguk pelan,yang Salwa tidak tahu dia harus menukar tubuhnya demi ini semua. **** tak terasa waktu terus bergulir,jam dinding besar yang bertengger di dinding bermotif telah menunjukkan pukul empat sore. Rania mematikan layar monitornya kemudian merapikan mejanya lalu meraih tas kecil sederhana diatas meja "Rania"Seru Salwa menghentikan langkah Rania yang baru akan keluar dari sana. "kenapa,Sal?"tanya Rania "mau langsung pulang?"Rania mengangguk, "aku mau ngajak kamu belanja bahan dulu,kamu mau nggak?mau ya ,pliss"tanya Salwa,ajakan itu menjurus sebuah paksaan bukan sekedar tawaran lagi. Rania terpaksa mengangguk,dan mengikuti langkah Salwa yang bergerak lebih dulu kemobilnya. setelah mereka sampai ke pusat perbelanjaan kain,Rania dan Salwa memesan beberapa gulung kain dengan berbagai motif. Salwa ingin menciptakan gaun dengan motif yang baru,agar pelanggan mereka tidak bosan,tentu saja itu harus persetujuan dari Rania,walau bagaimanapun Rania adalah perancang desainnya. gadis itu harus mencocokkan jenis motif dan kainnya sebelum membuat desain yang pas. setelah dirasa cukup,Salwa dan Rania kembali ke mobil "Ran,aku lapar,kita mampir dulu yuk ke resto deket sini" "tapi waktu magrib sebentar lagi ,Sal"Rania melirik jam tangannya "sholat aja dulu di masjid,baru makan.Gimana?"tawar Rania ,salwa pun mengangguk setuju. . . . . pintu apartemen terbuka ,Rania kontan menoleh kearah pintu tak sengaja mata kedua nya bertemu dan saling menatap. Rania segera menundukkan kepala,lalu membawa gelas teh nya menuju kamar. entah mengapa dirinya sangat ingin menghindari Eros. begitupun dengan Eros,dia tidak seperti biasanya cenderung lebih pendiam dan tidak emosional lagi Apakah Eros mulai menaruh rasa pada Rania?sehingga dia tidak ada minat untuk marah marah lagi. entahlah,Eros terlalu pusing memikirkan soal itu. karna tempat tinggal mereka yang mini,membuat Rania banyak menghabiskan waktu dikamar,dia tidak berniat keluar kamar selagi ada Eros diluar. karna dia sendiri belum siap bila bertemu dengan suaminya itu. *** Rania memalingkan muka,saat netranya menangkap dua insan yang sedang duduk bersebalahan sambil menonton televisi. dirinya merasa seperti upik abu disini,bagaimana tidak melihat Eros dan Aruna yang seperti itu ,mereka seperti pasangan suami istri saja. ekor mata Eros melirik kearah Rania yang berjalan acuh melewatinya ,meletakkan gelas diatas wastafel dan membuka lemari pendingin. meraih sebotol air minum lalu membawanya masuk kekamar. meski demikian,Rania tak menyadari bahwa Eros tengah memperhatikan nya "ck.."tiba tiba saja Eros berdecak membuat Aruna yang bersandar didada pria itu mendongak heran "kenapa sayang?"tanya Aruna. "nggak apa apa,cuma lagi kesel aja sama filmnya"jawab Eros asal.tentu saja jawaban itu membuat Aruna menuai pertanyaan,padahal filmnya tidak bermasalah lalu kenapa eros kesal? "sayang,udah malem.Kamu nggak pulang?"tanya Eros kemudian. "kamu ngusir aku?" "enggak gitu,aku takut tiba tiba ayah atau ibu kesini ,kan nggak lucu mergokin kita berduaan malem malem disini"Eros beralasan,entah mengapa melihat Rania yang tampak acuh dengan kemesraan Eros bersama Aruna membuat mood pria itu berubah jelek. sebenarnya apa yang Eros inginkan disini?membuat Rania cemburu?Eros geleng geleng kepala,dia hanya mencintai Aruna mana mungkin memberikan celah bagi wanita lain masuk dalam pikirannya. "ya juga sih,ya udah sayang,aku pulang dulu ,ya!"Aruna bangkit lalu mencium kedua pipi Eros kemudian keluar dari apartemen itu. setelah kepergian Aruna,pria itu segera masuk kekamarnya dengan mendorong pintu kencang hingga berbunyi. **** Razan mencoba menghubungi nomor Rania berkali kali,entah mengapa dirinya menjadi uring uringan sejak nomor Rania tidak aktif beberapa hari lalu. jika saja ,dirinya sedang tidak berada di luar kota,pasti dia akan segera mendatangi butik tempat Rania mencari uang Razan memijit pelipisnya,apakah dia sejahat itu bertekad merebut Rania dari Eros? merebut?tidak,Razan tidak merebut Rania.Karna Rania tidak ada pemiliknya,sedangkan Eros dia hanya suami diatas kertas saja. sejak awal pertemuannya dengan Rania,Razan sudah menyimpan rasa untuk gadis itu. dia merasa menyesal mengenal Rania setelah gadis itu bersuami. tapi tidak juga,karna pernikahan mereka hanya pura pura,jadi tidak salah jika Razan akan terus mengejar Rania. sejenak Razan memejamkan matanya mengingat kejadian delapan tahun silam. dulu,dia sangat bahagia menjalin asmara dengan Aruna,meski dia tidak kaya hanya seorang pekerja swasta disalah satu perusahaan ternama,tak membuat Aruna mempersoalkan tentang itu. Razan bahagia sekali karna masa masa mereka menjalin hubungan tidak pernah satu pun masalah yang membuat mereka bertengkar hebat,semua permasalahan biasa diatasi berdua hingga suatu hari,saat Aruna tidak sengaja ditabrak oleh seseorang ,seseorang itu yang tak lain adalah Eros membuat Aruna terkesima,seorang Eros mampu meluluh lantakkan hati dan perasaan Aruna yang sudah berdiri kokoh untuk Razan. perjumpaan mereka ,membuat Aruna lupa bahwa dia memiliki Razan,untuk pertama kalinya gadis itu berpaling karna pesona seorang CEO dihadapannya semenjak itu,Aruna berubah ,gadis yang lemah lembut dan penyayang itu berubah lebih senang marah marah,kesalahan kecil yang timbul membuat mereka bertengkar hebat dan untuk pertama kalinya Aruna melayangkan kalimat putus hanya untuk masalah sepele. tentu saja perubahan itu membuat Razan memiliki tanda tanya besar dikepalanya,hingga suatu hari pertanyaan itu terjawab sudah ketika Aruna memperkenalkan sendiri Eros kepada nya ,tentu hatinya merasa sakit karna dikhianati seperti ini. lalu dianggap apa hubungan yang terjalin selama tiga tahun lamanya itu oleh Aruna?dengan mudah nya gadis itu mengenalkan Eros sebagai pacarnya dihadapan Razan. rasa sakit itu belum seberapa sehingga akhirnya Eros menghina dirinya saat Razan memohon agar Aruna tak meninggalkannya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN