"Ibu pikir kamu sudah lupa pulang ke rumah." "Jangan sensitif begitu dong Bu. Mana mungkin aku lupa pulang ke rumah? Aku tidak pulang itu kan aku masih banyak urusan di luar." Wanita yang dipanggil ibu itu pun mencibir . "Urusan di luar. Apa yang kau urus Teguh? Memang kau ada bisnis apa?" "Aku ada urusan sama Pak Tito." "Mau apa kau dengannya?" Ibunya mencecar dengan wajah tak suka. " Kau tahu dia berusaha dekat padamu karena dia ngejar-ngejar aku. Tapi aku tetap tidak akan menyukainya dan memilihnya menjadi suamiku hanya akan menambah ruwet kehidupanku saja." Wanita itu bicara tanpa disortir dulu. Dan Teguh tahu apa maksud ibunya. "Ya setidaknya dia berguna bagiku, Bu." Kata berguna membuat wanita itu penasaran "Berguna apa maksudmu?" Kembali dia mengurutkan dahinya bingung. "

