"Kamu tahu sopan santun tidak? Seenaknya saja memeluk istri orang." Adara mendorong kasar tubuh Marcel. "Dar, jangan seperti ini. Aku tahu kamu masih mencintaiku, kan? Aku merindukan kamu, Dar. Aku yakin kamu pun begitu." "Astaga. Kamu itu orang atau bukan, sih? Seenaknya berbicara seperti itu. Kamu ingat nggak, sih, apa yang sudah kamu lakukan padaku? Kamu hampir saja membuatku ditiduri oleh bodyguard kamu. Kalau saja hari itu suamiku tidak datang, entah bagaimana nasibku saat ini!" segah Adara. "Dar, aku khilaf." Marcel mencoba untuk meraih tangan Adara. Bagaimana pun juga, ia sudah tidak peduli lagi dengan penolakan wanita tersebut. Yang ia tahu hanya, ia rindu dan cinta. Namun, Adara mundur dan menepis tangan Marcel. "Pergi nggak? Atau aku akan berteriak minta tolong. Kamu bisa l

