Adara kembali menutup rapat kedua matanya. Rasa pusing dan berdenyut kini mendominasi kepalanya. Sehingga ia memutuskan untuk kembali tidur, dibandingkan untuk bangun. Namun, baru saja Adara ingin menutup mata, ia dikejutkan dengan suara serak seorang wanita. "Kak …," gumam Rere. Begitu melihat Adara yang sempat membuka kedua matanya. Perlahan. Adara memaksakan untuk kembali membuka kedua matanya, dan melihat Rere yang duduk di sampingnya. Gadis itu juga terlibat tidak baik-baik saja. Wajahnya memerah, dan mata yang sedikit bengkak. "Ada apa, Re?" jawab Adara pelan. "Adnan …," gumam Rere. Lidahnya terasa kelu untuk menyampaikan apa yang terjadi selama Adara tidak sadarkan diri. "Adnan? Kenapa Adnan? Dia sudah sadar?" Adara berusaha untuk duduk. "Adnan sudah tidak ada, Kak," liri

