Bab 40

1449 Kata

"Adara tidak mungkin mau bertemu denganku, Yan. Jadi pergilah!" Melisa menutup pintu rumahnya. Namun, Ryan lebih bergerak cepat untuk menahan pintu tersebut agar tidak tertutup. Semenjak kejadian hari itu, Melisa memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Untuk menghindari pertemuan dengan Adara. Masih kental di ingatan Melisa, bagaimana emosinya Adara hari itu. Wajah cantik wanita itu berubah begitu menyeramkan. Bahkan, di hari itu Melisa hampir mati di tangan Adara, jika Marcel tidak datang menyelamatkannya. Wanita itu menarik rambut Melisa sekuat tenaga yang Ia memiliki. Bahkan membenturkan kepalanya ke dinding dapur. Masih kurang puas, Adara mencekiknya dengan sangat kuat. Untung saja Marcel datang dan melerai mereka berdua. Dari sana pula Melisa bisa melihat, bagaimana besarnya cinta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN