Adnan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Saat pria itu mengingat kejadian yang ia alami setengah jam yang lalu. Sebelum Adnan mengantarkan Adara untuk menukarkan pakaian istrinya yang kekecilan. "Kenapa kamu malah berdiri di situ?" tanya Adara yang sedang mengikat rambutnya. Gadis itu duduk bersila di atas kasur tipis yang mereka gunakan untuk tidur. "Ehhmm," Adnan bergerak gelisah. Namun, akhirnya ia menyusul Adara untuk bergabung dengan istrinya itu. Dengan perlahan Adnan mendekatkan wajahnya kepada Adara. Yang menjadi sasaran pria itu adalah bibir merah muda milik istrinya. Saat bibir Adnan hampir mencapai tujuannya, matanya membesar saat bibirnya menyentuh telapak tangan Adara. "Jangan sekarang! Aku sedang kedatangan tamu bulanan." Adara menjawil hidung Adnan dengan tanganny

