"Katakan apa lagi yang kamu sembunyikan," gumam Adara. "Tidak ada. Hanya itu saja." Adnan menatap wajah Adara. Ia begitu merasa bersalah sekarang. Dan lihatlah. Istrinya tetap tenang menghadapi kebohongan dan tuduhan yang ia jatuhkan. Andai saja Ryan tidak meluruskan segalanya, Adnan pasti akan kehilangan wanita sebaik Adara. "Aku akan membantumu. Tapi, jika rencana kita gagal, kamu harus berhenti." Adara membaca satu persatu kertas yang ada di hadapannya. Adnan tertegun melihat istrinya saat ini. Dewasa dan sabar. "Dar … ada satu lagi yang harus kamu ketahui," ucap Adnan cepat. Saat ia teringat perkataan Ryan. "Melisa adiknya Marcel." Tangan Adara yang sedang membalikkan kertas-kertas tersebut berhenti. "Apa?" pekiknya. "Tadi Ryan memberitahuku. Dan besar kemungkinan, dia lah yang

