Bab 37

1347 Kata

Adara mengusap buliran keringat yang mengalir di wajah Adnan. Sudah lebih dua puluh empat jam semenjak ditangani oleh dokter, tapi suaminya belum juga menunjukkan tanda-tanda akan membuka mata. Adara sudah sangat merindukan sang suami. Yang biasanya selalu memeluk dan menjaganya. Biasanya, saat langit mulai menggelap seperti saat ini, ia sudah berada di dalam pelukan Adnan seraya dipeluk oleh suaminya itu. Namun, kini tidak. Adnan hanya diam berbaring di atas ranjang rumah sakit. Dengan beberapa alat medis yang tertancap di tubuhnya. Adara kembali menyusut air matanya. Entah sudah yang berapa kali ia melakukan hal tersebut. Dadanya begitu sesak mengetahui Adnan yang over dosis obat perangsang. Saat dokter mengatakan hal tersebut, tubuh Adara terasa lemas. Tubuhnya jatuh terduduk di lant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN