Sudah satu minggu berlalu sejak perjanjian antara Nesya dan Alvino dibuat. Sesuai permintaan pemuda itu, Nesya setiap hari selalu menyiapkan sarapan dan makan malam. Lalu mereka pun akan makan bersama. Alvino yang saat itu sempat merajuk karena tak terima dengan tuduhan Nesya, kini sudah kembali bersikap menyebalkan seperti biasa. Bahkan Nesya harus sekuat tenaga menahan godaan maut yang dilayangkan sang mantan brengseknya itu. Nesya masih heran dengan sikap Alvino yang berubah menjadi seberani dan seagresif itu. Berulang kali pemuda itu berani memeluknya bahkan berulang kali pula mereka nyaris berciuman. Beruntung Nesya selalu mendapatkan kewarasannya kembali sesaat sebelum bibir mereka saling menempel. Nesya mulai frustasi sekarang, jika terus mendapat serangan seperti itu, bisa-bi

