tetap kemoterapi

1002 Kata

Latif masuk ke dalam ruangan rawat sasa, sang pujaan hati masih belum sadar karena efek bius dan bahkan kondisinya semakin buruk saat ini. Air mata yang sejak tadi Latif tahan agar tidak menetes akhirnya luruh juga, pahit benar-benar pahit dia tidak tahu harus mengambil jalan apa. “Sasa, mas hanya meminta kesembuhanmu tolong mas ingin melihatmu ceria seperti dulu. sembuhlah sasa, tubuhmu semakin kurus sejak penyakit ini menyerangmu." Latif menyenderkan kepalanya di lengan sasa, “Maafkan mas sasa jika keputusan yang mas ambil masih membuatmu dalam posisi sulit, mas hanya tidak ingin kamu lebih menderita nanti karena tidak sempurna menjadi seorang wanita." Latif menyeka sudut matanya, dari posisinya saat ini dapat dia lihat dari Pantulan cermin yang mengarah ke arah ranjang sasa. Betapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN