Malam berganti pagi akhirnya tiba, rutinitas latif yang tadinya bekerja kini berubah menjadi seorang pria yang mengurus rumah, menyiapkan sarapan dan menemani sasa beristirahat atau mengantar kemanapun dia mau. Tidak terasa sebulan sudah Latif disana, dan selama itu pula dia sudah menemani sasa disana. Brak! prang! “Sasa," gumamnya lirih dan langsung meletakkan pisau yang tengah dia pegang dengan kasar. Latif langsung berlari dengan kencang menuju ke arah sumber suara, jantungnya berdegub kencang karena takut terjadi sesuatu setelah mendengar suara benda jatuh itu begitu keras. “Sasa, sasa dimana kamu sasa!" teriaknya begitu lantang. Tok tok tok! Latif menggedor pintu dengan kencang, “Sasa, kamu di dalam buka Sa buka ini mas!" teriaknya. hening. Karena tidak ada respon

