Latif memejamkan matanya saat mendengar teriakan wanita itu, latif memberanikan diri untuk melirik ke sumber suara. Ternyata bukan dia, huh hampir saja. “Eum mas Dito begini, aku harus segera pergi mas," ucap latif dengan gaya tidak enak. “Ah begitu, baiklah latif. mas juga harus pergi sekarang ada hal lain yang harus mas kerjakan, kalau begitu maria ayo salim paman latif kita berangkat sekarang.". Maria menyalami latif kemudian dito lekas berpamitan, “Baiklah latif, lain kali kita akan bertemu jaga dirimu ya mungkin mas juga sebentar lagi akan pulang ke Indonesia." Mendengar hal itu latif tampak senang, karena dengan begitu latif tidak perlu untuk main kucing-kucingan lagi dengan dito, dan posisinya aman. “Eum begitu, baiklah mas hati-hati." Dito mengangguk pelan kemudian berjal

