Takdir terus membuka tabir

1024 Kata

“Ya, anda siapa? apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya sasa. Pria muda itu tampak tersenyum, “Tentu nona banyak berita tentang anda saat itu, saya salah satu mahasiswa di tempat anda berkuliah kita hanya beda jurusan saja." Sasa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum mengerti, kemudian beralih menatap wajah Latif yang sejak tadi hanya diam membisu. "Mas, kamu kenapa baik-baik aja kan?" "Ah apa, iya mas baik kok," jawabnya kaku sambil meraba tengkuknya. "Ah saya jadi lupa, tuan Latif bagaimana kelanjutan soal tuntutan ayah saya apa bisa diselesaikan secara hukum? bagaimanapun semua bukti saya rasa sudah cukup untuk menjerat orang itu." Latif terlihat memucat mendengar hal itu, bagaimana tidak kasus itu harusnya sudah dia limpahkan ke pengadilan tapi justru Latif malah mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN