bc

A night with Jesicca

book_age12+
2
IKUTI
1K
BACA
others
tragedy
mystery
scary
icy
ghost
others
secrets
spiritual
like
intro-logo
Uraian

A Night with Jesicca berkisah tentang dua saudari kembar yang dibesarkan terpisah oleh orang tua yang berbeda, mereka terpisah karena suatuhal yang disengaja oleh ayah mereka. Namun semakin dewasa prilaku yang ditunjukan oleh dia saudari ini sangat berbeda, dimana yang satu menjadi anak yang sangat Ekspresif dan Terbuka semntara yang lainnya menjadi sangat dingin dan tertutup. Selain itu keanehan yang muncul sejak kecil terus membuat salah satu diantara mereka penasaran, apa yang sebenernya terjadi? Mengapa setiap malam setelah bertemu teman kecil mereka hal-hal aneh selalu terjadi?.

chap-preview
Pratinjau gratis
Malam Petaka
Tahun seribu Sembilan ratus Sembilan puluh delapan. Adelia melahirkan Audrey dan Audry dua bayi perempuan kembar yang manis,namun sayang bayi pertamanya Audrey mengalami kelainan pada jantungnya. Dalam kurun waktu beberapa bulan kondisi Audrey tidak membaik juga. Dia memerlukan donor jantung agar dia bisa diselamatkan, berbagai cara telah adelia dan Syahid sebagai orang tua lakukan demi kesembuhan anaknya itu. name sayang tidak banyak yang bisa mereka lakukan karena sampai detik ini pun mereka masih belum bisa mendapatkan pendonor itu, walaupun mereka berani membayar mahal. Satu tahu berlalu Audry tumbuh dengan sehat itu membuat Adelia merasa terobati setidaknya anak mereka yang satu ini sehat,sementara Audrey tumbuh dengan kelainan jantung itu. jadilah waktu yang dimiliki Adelia dan Syahid lebih banyak untuk Audrey itu menyebabkan kecemburuan di hati Audry secara tidak langsung. Setelah ketiga tahunnya Syahid yang pulang kerumah secara terburu-buru dibawah guyuran hujan mengetuk pintu rumahnya. “ tok… tok… tok…”. Dia cukup keras dan berulang-ulang kali mengetuk pintu rumahnya. Dari dalam Adelia mendengar,ia yang sedang menidurkan anak-anaknya segera terburu-buru membukakan pintu untuk suaminya. “ iya sebentar…”. Teriaknya sambil melangkah kearah pintu. “ ckrek…” dia membukakan pintunya dan melihat suaminya yang tengah berdiri diambang pintu dengan baju yang basah kuyup. “ ko hujan-hujanan mas,emang dimobil gak ada payung?”. Tananya pada sang suami yang masih berdiri belum berkata apa-apa. “ Adel,Audrey mana?”. Tanya Syahid terengah suaranya. “ ada lagi tidur sama Audry!”. Jawab Adelia keheranan, “ kenapa sih emangnya mas?”. Tanyanya blik. “ bawa Audrey sekarang kerumah sakit,aku sudah menemukan pendonornya!”. Ucapan Syahid membuat Adelia percaya tidak percaya,untuk beberapa saat dia terdia sebelum akhirnya bertanya untuk meyakinkan. “ kamu serius mas,kamu gak ngada-ngadakan?”. Tanyanya untuk meyakinkan diri. “ nggak Del,aku serius makanya sekarang bawa Audrey ayo…”. Adelia segera masuk kedalam rumah begitu juga dengan Syahid yang mengikuti Adelia dari belakang. Adelia naik kekamar yang berada dilantai dua untuk menemui ibu nya yang kebetulan juga membantu dia dalam mengurus kedua anaknya itu,dia segera mengetuk pintu kamar ibunya. “ tok… tok… tok…”. Dia mengetuknya cukup keras, “ ibu… ibu… bangun bu Adel mau minta tolong…”. Teriaknya sambil terus mengetuk pintu kamar ibunya. “ ckrekk…”. Akhirnya pintu terbuka dengan keluarnya ibu Risma ibu dari Adelia. “ ada apa Del?”. Tanyanya sedikit kaget. “ ibu,aku sama mas Syahid mau ke rumah sakit karena Audrey sudah menemukan pendonornya!”. Jelas Adelia dengan penuh rasa syukur di hatinya.” Jadi aku mau minta ibu tolong jagain Audry ya?”. Lanjutnya. “ kalian serius?”. Tanya Ibu Risma sama tak percayanya seperti Adelia tadi. “ iya bu kami serius,maka dari itu bisakan ibu tolong jagain Audry sementara kami kerumah sakit?”. Syahid sekali lagi meyakinkan ibu mertuanya itu. “ iii… iy…aa ayo… ayo,segera!!!”. Ucap bu Risama penuh kegembiraan sambil menggiring anak dan memantunya untuk kekamar cucu-cucunya. Adelia dan Syahid pun bergegas pergi kerumah sakit yang jadi tempat dimana ada seseorang yang bersedia mendonorkan jantungnya untuk Audrey,sementara Audry ditunggalkan dengan neneknya dirumah. Akhirnya tepat pukul tujuh pagi proses operasi transpalasi jantung yang dilakukan Audrey selesai. Dokter memberi kabar bahwa operasi berjalan lancar dan kondisi Audrey sudah membaik,sementara Adelia yang penasaran menemui sang dokter untuk mencari tahu siapa orang yang telah mendonorkan jantungnya untuk Audrey. “ jadi siapa dok yang jadi pendonor buat anak saya,jujur saya sangat penasaran sekaligus ingin mengucapkan banyak terimakasih padanya?”. Tanya Adelia pada dokter tanpa didampingi suaminya. “ jadi begini bu,pendonor jantung dari puteri ibu ini seorang anak yang juga berusia sama dengan anak ibu. Namun sayangnya dia telah meninggal dunia karena kecelakaan mobil dengan ibunya!”. Jawab dokter itu. “ maksudnya pak?”. Tanya Adelia tidak mengerti. Akhirnya sang dokter menceritakan bahwa malam tadi rumah sakitnya menerima dua orang korban kecelakaan mobil,yaitu ibu dan anaknya. Sang ibu hanya mengalami luka ringan sementara anaknya kritis karena benturan keras dikepala. Sebenarnya malam itu si anak sempat sadar dan tim dokterpun memstikan masih ada kemungkinan dia selamat,tapi beberapa saat kemudian muncul seorang pria yang mengaku sebagai suami dan ayah dari sikorban. Melihat anaknya keritis dia bertanya pada dokter apakah anaknya bisa mendonorkan jantungnya atau tidak?. “ dok apakah bisa anak saya mendonorkan jantungnya?”. Tanya si ayah dari anak itu. “ bisa saja pak,tapi mohon maaf pak anak bapak sekarang ini memang sedang kritis tapi saya pastikan dia masih bisa selamat. Jadi untuk apa bapak ingin mendonorkan jantungnya?”. Ucap dokter itu keheranan karena si ayah dari anak itu masih saja bersikukuh untuk mendonorkan jantung anaknya itu,padahal dia masih ada kesempatan untuk hidup. “ tidak pak,saya gak tega liahat dia seperti itu. nasibnya tidak jelas hidup atau mati, jadi dari pada semuanya sia-sia lebih baik apa yang jadi bagian darinya tetap hidup walau dalam diri orang lain!”. Tegas sang Ayah sekali lagi. “ pak… apa anda yakin ingin melakukan ini? Pak anda tahu jika anda melakukan ini anda akan kehilangan anak anda. Juga bagai mana dengan isteri anda?”. Dokter itu masih melempar beberapa pertanyaan pada si ayah agar supaya bisa berubah fikiran. “ dok,saya mohon biarkan anak saya tetap hidup walaupan hanya dalam bagian dari diri orang lain,biarkan anak saya tenang dok jangan siksa dia seperti ini. Dok saya mohon beri satu kesempatan untuk dia dok… saya mohon???”. Rengek sang ayah. “ pak… apa bapak yakin dan tidk akan menyesal,saya katakana sekali lagi bahwa dia masih bisa selamat jika anda mengijinkan kami bekerja semaksimal mungkin untuknya!!”. Dokter itu masih memberikan pencerahan pada ayah dari anak itu agar supaya dia memberikan kesempatan kedua untuk anaknya tetap hidup. Tapi sepertinya dia tetap pada pendiriannya untuk mendonorkan jantung anaknya itu,disisi lain dia berbohong pada isterinya bahwa anaknya telah meninggal dan dia memutuskan untuk mendonorkan jantung anaknya itu. Dan diwaktu yang bersamaan disalah satu ruangan dirumah skit itu terdengar teriakan seseorang. “ nggakkkkkkkk…!!!!”. Terdengar teriakan keras sekali diruang UGD dimana si ibu korban kecelakaan dengan anaknya itu tengah dirawat,terlihat didalam sana ada seorang pria yang memakai baju basah kuyup berusaha menenangkannya. “ sabar ma… sabar anak kitamemang sudah nggak ada lagi didunia ini. Tapi kamu tenang mah masih ada bagian lain darinya masih bisa kita dengar!”. Ucapnya sambil tersenyum pada isterinya yang tengah berada dalam pelukannya. “ maksudnya pah?”. Tanya sang isteri masih sambil terisak. “ ma,aku telah mendonorkan jantung anak kita. Pada seorang balita juga dia seumuran dengan anak kita,kamu setujukan??”. Jawabnya menjelaskan. Tapi mendengar jawaban dari suaminya itu dia masih belum bisa menerima apapun itu, yang dia tahu sekarang ini anaknya sudah tidak ada lagi. Kembali lagi ke Adelia yang akhirnya keluar dari ruangan dokter itu,setelah sebelumnya mendapatkan informasi tentang orang tua dari anak yang mendonorkan jantungnya pada Audrey. Hatinya gembira dan sangat berterimakasih pada orang-orang baik yang telah menyelamatkan hidup anaknya itu. Tapi dia juga masih bingung karena suaminya yang pergi dari semalam tadi, setelah dia mengantarkannya dan Audrey ke resepsionis untuk kemudian bertemu dokter yang akan memeriksa Audrey apakah telah siap untuk dilakukan operasi atau belum. Setelah itu suaminya pergi untuk berpamitan pulang dengan alasan mengganti baju yang basah,namun belum kembali juga sampai detik ini. Sedang panic karena menunggu Audrey sendirian dia dapat bernafaas tenang juga karena pada akhirnya ibu dan anaknya yaitu Audry datang kesana. “ bu Mas Syahid mana?”. Tanyanya begitu ibunya ada dihadapannya. “ loh… bukannya dia disini ya sama kamu,kaliankan pergi berdua kerumah sakitkan semalam?’. Ibunya bingung karena memang dari semalam Syahid menantunya itu tidak ada dirumah. “ looh bu,semalam itu dia pamit pulang dulu buat ganti baju soalnyakan dia basah kuyup gitu!”. Terang Adelia pada ibunya. “ nggak ah Del,nggak ada yang pulang semalam ibu saja nggak tidur semalaman,pintu ibu kunci dari dalam. Gak ada yang datang,kalau suamimu pulang harusnya dia ngetuk pintu dan pasti ibu ang bukain!”. Ibunya tetap kekeuh bahwa suaminya Adelia itu tidak pulang. “ terus kemana dong mas Syahid bu?”. Adelia kebingungan dengan kepergian suaminya itu. “ mungkin dia pergi ke kantor atau rumah lainnya!!”. Ucap ibu Risma menenangkan anaknya itu. “ iya bu mungkin,oh ya… ibu mau ketemu Audrey?”. “ iya “. Dan akhirnya mereka pergi kekamar rawat Audrey. Sementara ditempat lain ibu dari bayi yang mendonorkan jantung untuk Audrey sedang benar-benar berduka,di pemakaman anaknya pun dia hampir tak sadarkan diri karena belum bisa merelakan Anaknya itu.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.1K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Kali kedua

read
221.2K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
43.4K
bc

Pengacara Itu Mantan Suamiku

read
9.5K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook