Tiba-tiba dia merasa aneh dengan pakaian yang dipakainya, kenapa lutut dan kakinya terasa dingin? Lalu dia meraba pakaiannya.
“ astaga!!! Bukannya tadi gue pake celana jeans panjang, siapa yang gantiin baju gue?”. Ucapnya kebingungan karena baru menyadari bahwa ada yang menggantikan pakaiannya.
Merasa makin bingung dia semakin cepat bergerak mencari letak meja belajarnya, namun tidak juga ditemukan. Tapi tiba-tiba “ takk “. Lampu kamar menyala dengan sangat terangnya.
Dan betapa terkejutnya Audry melihat disekelilingnya, dia seperti berada dikamar rumah sakit.
“ apa-apaan ini?”. Gerutunya kesal karena dia berfikir sedang ada yang mengerjainya, “ s****n !! ini pasti kejaan anak-anak hari ini kan gue ulang tahun,pasti mama juga terlibat deh!!!”. Omelnya lagi karena semakin kesal.
Audry menghampiri pintu untuk keluar tapi ternyata pintu itu juga dikunci, itu membuat Audry bertambah kesal karena tidak bisa keluar dari ruangan itu.
“ eh… buka ini bener-bener keterlaluan ya!!!”. Teriaknya sambil menggedor pintu dengan sangat kencang. “ siapapun kalian,mau ngasih kejutan dalam rangka apapun sumpah ini gak lucu dan gue gak terkesan sama sekali!”. Lanjutnya mengomel.
Karena tidak ada jawaban dan respons apapun Audry kembali duduk di ranjang ruangan itu, sambil melihat kesekeliling.
“ gila tadi ini infusan yang kecabut ditangan gue, s****n sakit banget lagi. Siapa sih yang ngerjain sampe separah ini?”. Umpatnya sambil menjatuhkan infusan yang berada disampingnya. Cukup lama dia menunggu hanya duduk-duduk saja. Dan diapun terkejut dengan terbukanya pintu serta munculnya seseorang dari balik pintu itu.
“ Audrey…?”. Gumamnya, begitu mellihat ternyata yang daatang saudarinya.
“ hii?”. Sapa Audrey dengan dihiasi senyum yang menakutkan, dan itu cukup membuat Audry merasa takut berada didekat saudari kembarya itu.
“ lo yang bawa gue kemari?”. Tanya Audry yang semakin merasa gugup karana saudarinya itu semakin mendekat padanya.
“ iiya!!”. Jawab Audrey dengan nada suara sumbang, juga dengan raut wajah datar.
“ ta…tapi buat apa?”. Tanya Audry yang semakin gugup bercampur takut. Karena kini saudarinya itu sangat dekat dengannya. Baru kali ini dia meraasa sangat takut ketika barahadapan dengan saudarinya sendiri.
“ untuk minta jantung kamu buat gantiin jantung sahabat aku, yang ada ditubuh aku sekarang!”. Jawabnya dengan suara parau.
“ lo becanda!”. Ucap Audry gemetar karena takut akan ucapan saudarinya itu.
“ nggak kok!”. Timpal Audrey yang dengan tiba-tiba mengangkat gunting rumput cukup besar, lalu menusukkannya ke d**a Audry.
“ AAHKKKK…”. Audry berteriak begitu kencang setelah mendapatkan tusukan tepat didadanya, matanya menjadi kabur berkunang-kunang, dadanya sesak tak mampu bernafas, juga mulai tak terlihat apa-apa tak terdengar suara sedikitpun semuanya menjadi hening seketika. Tubhnya mullai berkeringat dinigin. Ia ingin bicara atau berteriak namun tak bisa seperti ditenggorokannya ada yang menahan.
Dalam ketida berdayaannya itu tiba-tiba ada yang mengguncang-guncangkan tubuhnya,namun dia tidak tahu itu siapa karena pandangannya benar-benar sudah kabur dan tak dapat melihat apa-apa lagi.
Sekali lagi dalam rasa takut dan sakit yang tidak dapat dijelaskan,dia berusaha untuk membangun kesadarannya kembali. Dia berusaha membuka matanya dan berusaha untuk berteriak.
Pada akhirnya tubuhnya terperajat, jantungnya berdebar-debar sangat kencang seoalah ingin copot dari tempatnya. Fikirannya tak dapat bekerja dengan baik.
Barulah setelah beberapa saat dia bisa mengatur nafasnya, dia baru sadar kalau dia baru saja terbangun dari mimpi buruk itu.
Nafasnya masih tersengal, jantungnya masih berdebar kencang, dan juga dia masih belum sepenuhnya sadar akan situasi sekitarnya.
“ kamu kenapa sayang?”. Tanya Jelita panic sambil mengelus bahu Audry. Namun karena kaget Audry malah menepis tangan Jelita sambil berteriak cukup keras.
“ huaaa….”. teriaknya sambil menepis tangan Jelita.
“ kamu kenapa sih Dry?”. Bentak Jelita karena kaget juga tangannya ditepis dengan kuat oleh Audry.
Audry menoleh kearah Jelita dan baru menyadari kalau itu mamanya, tapi dia hanya diam tak menjawab apapun.
“Audry jawab mama kamu kenapa?”. Tanya Jelita sekali lagi.
“ e..enggak ma, aku nggak apa-apa Cuma…”. Ucapnya terhenti lalu mengambil nafas dalam-dalam. “ Cuma mimpi buruk aja!”. Lanjutnya menjawab dengan suara terbata-bata.
“ mimpi apa?”. Tanya Jelita sekali lagi sambil memberikan segelas air, “ minum sayang?”. Ucapnya.
“ nggak ma… Cuma mimpi biasa “. Jawabnya sambil meneguk air pemberian mamanya itu.
“ makanya jangan suka tidur sore-sore, apalagi sampe magrib itu gak baik Dry!”. Omel Jelita pada anaknya itu.
“ ya ma, maaf soalnya aku capek banget hari ini!!!”. Elak Audry.
“ iya tadinya mama mau kasih kabar soal ibu Adel, mama udah dapat alamatnya kamu juga boleh tinggal dirumahnya selama tugas kuliah itu!”. ucap Jelita pada Audry.
“ yaudah makasih ya ma?”. Audry berterimakasih karena mamanya telah mau berusaha menghubungi keluarganya yang ada di Bandung itu.
“ iya, jadi nanti tinggal mama deh yang sepi nggak ada kamu!!!”. Timpal Jelita sambil menunjukan raut wajah sedih.
“ ya ampun ma,orang Cuma dua minggu doang itu juga kalo betah “. Audry berusaha untuk menghiburnya, karena sejujurnya dia juga agak canggung tinggal dengan keluarga ibu Adelia.
“ kok gitu sih ngomongnya, ya pasti betah dong kan disana juga ada Audrey “. Timpal Jellita.
“ nggak tau lah mah!” balas Audry lalu bangkit dari kasurnya, kemudian berjalan menuju toilet.
“ yaudah mama tunggu dibawah ya?”. Ucap Jelita sembari keluar dari kamar Audry.
" Ya... Ma... ". Sambil menutup pintu toilet.
Sumpah dia sangat merasa aneh dengan mimpinya tadi pasalnya bukan sekali dua kali dia bermimpi buruk seperti itu, tapi yasudah lah bukankah itu sudah jadi makanan sehari harinya sejak kecil.
Entah mimpi buruk dihantui disiang hari ataupun diganggu saat sedang di kamar mandi seperti saat ini tiba tiba lampu toilet mati dan menyala sendiri, huh... Audrey hanya bisa menghela nafasnya sungguh dia sudah lelah dengan teror yang seperti ini karena sangking kesalnya dia malah memaki hantu yang mengganggunya itu.
" Udah ya kalo Lo masih ganggu gue gue pastiin gue bakal kejar Lo sampai ke akhirat sekalipun !!!". Teriaknya dengan geram.
Seketika lampu menyala kembali dan tidak mati lagi.