Bertemu kembali dengan Jessica.

1550 Kata
Hari ini Audry pergi ke Bandung dengan diantar oleh ibu angkatnya yaitu Jelita, tak banyak yang mereka obrolkan sepanjang perjalanan ke Bandung. Jelita hanya kadang-kadang menceritakan soal masa mudanya yang dulu pernah kulliah di Bandung juga, dan kekahwatirnya karena sudah lama tidak berjumpa dengan keluarga Adelia. “ mama agak canggung ketemu keluarga bu Adel,soalnya sudah lama juga gak ketemu!”. Ucap Jelita sambil menyetir. “ jangankan mama aku juga ia!”. Timpal Audry. “ tapi inget ya tetep kata mama, jangan terlalu kaku sama keluarga bu Adel. Biar bagai mana juga mereka keluarga kandung kamu!”. Nasehat Jelita pada anaknya itu. “ iya kalo gak lupa!”. Jawab Audry sambil membetulkan posisi duduknya. Obrolanpun terputus Jelita yang menyetir tidak mengucapkan sepatah kata apapun lagi ,sementara anaknya terlihat malah tertidur pulas. Setelah sekitar enam jam berkendara dari Jakarta ke Bandung akhirnya mereka sampai juga ke alamat yang dituju. Jelita memarkirkan mobilnya dihalaman rumah yang halamannya masih sangat luas itu, setelah itu barulah dia membangunkan anaknya yang tertidur pulas selama perjalanan. “ sayang… bangun kita sudah sampai dirumah ibu Adel!!”. Ucapnya membangunkan Audry dengan perlahan. Audry pun terbangun dan langsung melihat kesekeliling, dan ternyata benar dia sudah berada entah didaerah mana ini? Tempat yang asing buatnya kaerna baru pertama berkunjung ketempat ini juga. “ udah sampe ma?”. Tanyanya sambil mengucek matanya. “ iya, ayo turun?”. Jawab Jelita sekaligus keluar dari mobil duluan. Diluar mobil sudah ada Adelia dan ibunya menyambut kedatangan mereka, setelah keluar dari mobil terlihat Jelita berjabat tangan lalu melakukan formalitas lainnya sepaerti cium pipi kanan dan kiri. Itu dilakukan bukan hanya pada Adelia namun pada ibunya juga. Tak berapa lama Audry turun dari mobil juga, terlihat Adelia begitu senag dengan kedatangan puteri kandungnya yang sudah lama tak bertemu itu. begitu juga dengan neneknya yang waktu kecil dulu sangat dekat dengannya. “ cucu… nenenk sudah besar! “. Ucap neneknya sambil menghampirinya lalu mencium kedua pipi cucunya itu, sementara Audry bersalaman sebagai tanda formalitas saja. “ Audry?”. Panggil Adelia yang berada di samping neneknya itu, dia mengulurkan kedua tangannya tanda minta untuk dipeluk Audry. Melihat itu Audry sempat melirik kearah Jelita, setelah melihat respons Jelita yang hanya melotot dia faham kalau dia harus menerima uluran tangan ibu kandungnya itu. Dia mendekat kea rah Adelia yang lalau langsung memeluknya. “ wah… sudah lama ya kamu gak main-main, terakhir waktu di Jakarta pas kelas lima “. Ucap Adelia sambil melepas peluakannya. “ Del… mending kita masuk yu?”. Ajak nenek. “ iya bu “. Lalu Adelia mengajak tamu-tamunya itu untuk masuk kedalam rumah. Rumahnya begitu besar dam megah belum lagi dihalaman rumah banyak pohon-pohon rindang yang tumbuh menambah kesan suasana rumah yang asri. Namun selain kesan asri kesan seram juga terasa, itu karena pekarangan yang luas banyak pohon-pohon besar, dan lampu halaman hanya sedikit sehingga tidak cukup terang belum lagi jarak rumah ke ruamh tetangga cukup jauh. Masuk ke dalam interior rumah justru mirip dengan interior rumah milik Jelita, banyak sekali barang antic yang terkesan menyimpan aura mistik yang seram. Tapi rumah ini jauh lebih luas dari rumah milik ibu angkatnya itu, beranjak ke halaman belakang ada sebuah kolam renag yang cukup besar. Dan jika dilihat dari atas balkon rumah yang ada dibagian belakang terlihat pemandangan yang cukup indah di sana menghadap langsung ke hamparan kebun teh dan terlihat pegunungan. “ silakan duduk?”. Adelia mempersilahkan kedua tamunya untuk duduk. Dan dengan rasa canggung kedua tamunya itupun duduk ditempat yang telah dipersilahkan. “ Audry mau minum apa nak, biar nenek yang buatkan?”. Tanya nenek kepada Audry. “ apa aja terserah nenek!”. Jawabnya sedikit tersenyum. “ ibu Jelita mau minum apa?”. Kali ini nenek bertanya pada Jelita. “ gausah repot-repot bu “. Jawab Jelita seranya tersenyum. “ ah, gak repot kok. Yasudah kalian ditemani Adelia dulu ya ibu bikinkan minum dulu!”. Ucapnya sembari berlalu kebagian belakang rumah itu, mungkin untuk pergi ke dapur. Sementara itu diruang tengah hanya ada mereka bertiga, ruangan yang sangat luas dengan dekorasi yang cukup apik. Dengan mengusung tema rumah jawa kuno dan dihiasi pula oleh barang-barang antic yang selaras dengan dinding kayu berwarna cokelat tua itu. Suasananya nyaman namun ruangan itu terlalu dingin buat Audry, mungkin ini karena di Bandung yang memiliki suhu udara sejuk. Belum lagi ruangan inikan luas jadi angin pasti lebih banyak masuk kesana. “ mau berapa lama di Bandung ?”. tanya Adelia pada anaknya yang sedari tadi hanya clangak-clinguk, memperhatikan seisi ruangan rumah itu. “ hah.. dua minggu aja bu!”. Jawabnya singkat. “ eh iya Del, Audrey kemana?”. Tanya Jelita. “ belum pulang kuliah. Palingan sebentar lagi pulang “. Jawab Adelia. “ ma, bu aku taman belakang boleh gak?”. Tanya Audry. “ ya boleh dong sayang masa gak boleh “. Jawab Adelia mempersilahkan. Dengan segera Audry berlalu menuju taman belakang, dia melihat-lihat area itu. cukup bagus fikirnya ada kolam renang dan ada gazebo dari bamboo juga. Tempat yang enak untuk dijadikan tempat santai. Dia melangkah ke gazebo itu dan memutuskan untuk duduk-duduk disana, dia mencoba rileks disana. Ditutup matanya lalu menghiruup udara panjang dan menghembuskannya, sebuah praktik relaksasi yang lumayan bisa menghilangkan stress. Sementara itu didalam rumah nenek datang membawakan minuman, tapi Audry tak ada disana. Tiba-tiba bell rumah berbunyi dengan buru-buru Adelia membukanya. “ loh Audry nya kemana ?”. tanya Nenek. “ ke taman belakang bu!”. Jawab Jelita. “ ohh… yasudah kalau gitu nenek mau anter minumannya kesana saja!”. “ iya, bu!”. Ucap Jelita dengan senyum. Tak berapa lama Adelia datang bersamaan dengan Audrey, melihat Audrey datang Jelita merasa sangat senang. Dan dia merasa ada sebuah perasaan yang sulit untuk dijelaskan bahkan perasaan itu tidak ada ketika dia bersama Audry. “ liat siapa yang datang!”. Ucap Jelita pada Audrey. Melihat Jelita ada disana Audrey juga merasa sangat bahagia sekali, dengan senyuman lebar dia menyambut kedatangan Jelita. “ tante Jelita?”. Panggilnya sambil menghampiri Jelita dan langsung memeluknya. “ Audrey… hei udah besar ya, makin mirip aja sama Audry!”. Ucap Jelita, sebenarnya kalimat itu membuat Audrey merasa sangat tidak senang sehingga dia melepaskan pelukannya. “ sama Audry kesininya?”. Tanya Audrey dengan raut wajah datar seperti biasa. “ iya sayang, untuk sementara waktu Audry mau tinggal disini!”. Kali ini Adelia yang menjawab. “ tinggal disini?”. Gumam Audrey. “ iya Cuma dua minggu kok, ada tugas kampusnya “. Jelas Adelia lagi. “ oh… gitu, yaudah aku ke kamar dulu!”. Audrey pun secara terburu-buru pergi kekamarnya yang ternyata juga ada dilantai atas. Sementara itu di taman belakang Audry sedang asyik mengobrol dengan neneknya, dia bercerita banyak hal pada neneknya itu. tanpa sengaja dia melihat ke salah satu sudut gazebo dimana bertuliskan “ AUDREY DAN JESSICA “. Dia terdiam sejenak untuk mengingat siapa Jessica itu. “ nek, si Audrey masih sering main sama si Jessica?”. Tanya Audry pada neneknya. “ iya!”. Jawab neneknya singkat. “ itu anak gak punya temen lain apa selain si Jessica, diakan aneh kalau main pasti malem terus belum lagi anak itukan suka aneh-aneh juga!”. Cerocos Audry yang memang dari dulu tidak suka pada Jessica yang aneh itu. “ huss… nggak boleh ngomong gitu, itu juga baik dia anaknya mau nemenin Audrey pindah sampai ke Bandung. Coba kalau gak ada Jessica mungkin kakak kamu itu gak akan punya teman!”. Nasehat neneknya. “ iya juga sih, sahabat setia. Tapi dia kan aneh aja nek kelakuannya dan kayanya dia juga gak suka sama aku deh!”. “ itu karena dulu kamu pernah ngusir dia “. “ iya juga si, hehehehe!!!”. Audry tertawa puas mengingat kejadian dulu dia mengusir Jessica. Malam menjelang udara semakin dingin dan mulai tak bersahabat dengan Audry yang memang alergi udara dingin, dan malam ini Jelita juga ikut menginap karena dia kelelahan setelah menyetir seharian tadi. Malam ini Audry tidur dengan saudarinya itu, sementara Jelita tidur dikamar ang bersebelahan dengannya. Ditengah malam yang dingin Audry tidak melihat ada Audrey dikamarnya itu, dia sudah menduga pasti kembarannya itu sedang menemui sahabatnya yang aneh yang jika datang pasti dimalam hari. Dia tak bisa tidur dan malam terlalu dingin juga banyak suara jangkrik, padahal dia benci sekali suasana hening seperti itu. akhirnya dia memutuskan untuk pergi menemui ibu angkatnya. Dia menengok ke kamar ibu anngkatnya itu, terlihat masih terang dan pintu tidak terkunci maasih terbuka lebar. Dikamar itu terlihat ibu angkatnya sedang bersendau-gurau dengan saudari kembarnya. Dia fikir saudarinya itu sedang menemui sahabatnya, dia hendak masuk tapi tiba-tiba. “ Audrey ngapain disitu, Jessica datang tuh!”. Seru Adelia padanya, dia menoleh dengan raut wajah bingung. “ aku Audry bukan Audrey bu!”. Bantahnya. Masa iya sih Adelia tidak bisa membedakan mereka berdua fikirnya. “ ah… gausah becanda, gih temuin Jessica kasihan dia takut nunggu lama “. Adelia masih tak bisa memmbedakan anak-anaknya. “ iii… iya ddeh!”. Akhirnya dengan terpaksa Audry mengiya kan dan menemui Jessica. Jessica ada diruangg tengah, seperti biasa dia masih menggunakan gaun berwarna pink selutut dan dengan sepatu slop warna pink juga. Sebenarnya Audry masih merasa penasaran kenapa penampilannya tak pernah berubah sejak dari pertama meraka bertemu dulu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN