Bab 3 Kesedihan Laura

1548 Kata
Laura bangun pagi sekali, walaupun hari ini weekend. Hari ini dia harus berangkat kerja untuk pertama kali nya. Dia sengaja menyetel alarm pagi sekali jam 06.00, coffee shop tersebut buka jam 09.00. Tapi akan ada briefing terlebih dahulu jam 08.30. Pak Rudi semalam menelepon Laura, untuk memberitahukan hal tersebut. Dia langsung menuju kamar mandi, ternyata mama Laura sudah berada di dapur untuk membuatkan sarapan. "Kamu mau kemana hari Sabtu udah bangun pagi banget, langsung mandi lagi?" tanya mama Laura sambil memotong timun untuk tambahan di atas nasi goreng. Mereka tidak saling bertatapan karena mamanya sibuk memotong. "Aku mulai kerja hari ini mah!" ucap Laura sambil sambil masuk ke kamar mandi. "Kerja dimana ... Kok mama enggak dikasih tahu?" ucap mamanya. "Aku mandi dulu mah, nanti aku cerita mah. Mama bikin nasi goreng yang enak yah!" ucap Laura. "Siap boss!" ucap Mama Laura. Laura sudah rapi dan cantik, dia duduk di depan meja makan. Ayah dan adiknya masih tidur, hanya dia dan neneknya yang sudah berada di meja makan. Mamanya sibuk menyiapkan nasi goreng buatannya. "Makasih mah!" ucap Laura dan menatap wajah mamanya. Dia sangat kaget melihat pipi ibunya biru, pasti lagi lagi ayah tirinya yang melakukan hal itu terhadap ibunya. Dia melihat ke arah neneknya, nenek Laura langsung menggenggam tangan Laura dan mengedipkan mata pelan sambil mengangguk. Dia mengisyaratkan untuk Laura menahan amarahnya dan pura pura tidak tahu saja. Bukan hanya Laura yang hatinya sakit, pasti neneknya juga sedih melihat anaknya tercinta mengalami hal tersebut. Tapi akan lebih menyakitkan bagi mamanya Laura pasti jika melihat Laura menangis karena melihat dia disakiti. Bukan tidak mampu melawan dan memarahi ayah tirinya. Terkadang mamanya lah yang membuat dia terdiam dan menahan amarahnya. Dia sangat takut ditinggalkan oleh suaminya itu. Dia memikirkan nasib anaknya jika dia tidak memiliki suami, Laura memiliki adik yang berusia 6 tahun. Laura juga heran dengan ayah tirinya itu, dia sebenarnya orang yang baik. Tapi jika dia mabuk, dia bisa dengan mudahnya menampar mamanya. Juga mengeluarkan kata kata yang sangat menyakiti hati mama Laura. Bahkan pernah karena bertengkar dengan kakek Laura, dia menyiram rumah mereka dengan bensin. Apa jadinya kalau saat itu dia benar benar membakar tempat yang kami tinggali sekarang. Benar benar menjadi orang yang sangat berbeda jika dia sedang mabuk, apalagi jika mamanya Laura marah karena dia pulang dengan keadaan mabuk. Dia semakin bertambah marah dan mereka berdua akan saling beradu mulut. Hingga ujung ujungnya terjadi KDRT. Dia bukan orang yang banyak uang, hanya pegawai asuransi biasa. Dia hanya lulusan SMA, dia sangat dekat dengan bosnya, maka dari itu dia masih bisa bekerja disana. Sedangkan jaman sekarang pasti banyak anak muda bergelar sarjana yang bisa saja menggantikan posisinya. Dia sangat menuruti jika bosnya minta ditemani kemanapun, bahkan jika bosnya minta ditemani untuk mabuk mabukan dan pergi karaoke. Bossnya selalu mengancam untuk memecatnya jika dia tidak menuruti perintahnya. Bahkan dia sering dijadikan kambing hitam oleh bosnya. Pernah istri bosnya memergoki mereka karaoke dengan gadis cantik dan muda, padahal bosnya yang mengajak mereka. Tapi bossnya mengatakan bahwa ayah tiri Laura lah yang membawa semua gadis karaoke itu. Alhasil ayah tiri Laura tersebut dimaki maki bahkan sampai ditampar karena istri bossnya mengira suaminya adalah suami yang polos dan tidak pernah berbuat macam macam diluaran. Padahal dia lah yang selalu mengajak ayah tiri Laura menemaninya. Mungkin tekanan pekerjaan seperti ini membuat ayah tirinya stress dan menjadikan mamanya Laura sebagai pelampiasan nya. Dia tidak tahu apa apa malah dia yang dimarahi oleh suami nya itu. Maka wajar saja mamanya Laura sering membela dirinya dan saling beradu argumen. Sehingga terjadilah tamparan ke wajahnya. Laura duduk di meja makan dengan mood yang sangat berantakan, sebisa mungkin dia tidak marah ataupun menangis di depan ibunya. Dia mengambil piring dan sendok, kemudian mengambil nasi goreng buatan ibunya. Tidak banyak nasi goreng yang ia ambil, rasanya ia kehilangan nafsu makan. Dia mencoba memasukkan beberapa sendok nasi goreng ke dalam mulutnya. Dia benar benar tidak bisa menahan perasaan sedihnya saat itu. Dia kemudian meninggalkan meja makan dan kembali ke kamarnya. "Mah aku berangkat sekarang yah. Aku takut telat!" ucap Laura berbohong menutupi kesedihan hatinya. Padahal jam dinding masih menunjukkan pukul 07.00 pagi. Entahlah dia mau kemana dulu sebelum ke coffee shop. Yang penting dia tidak ingin menangis di depan mamanya, padahal hatinya terasa sakit sekali. Melihat orang yang telah melahirkannya diperlakukan dengan buruk oleh laki laki yang disebut bapak itu. "Aku berangkat yah!" ucap Laura lalu menghampiri mamanya dan mencium tangan mamanya. "Semangat yah nak, jangan capek capek!" ucap mamanya memberi semangat. "Maafin aku mah, aku nggak bisa berbuat apa apa untuk mama!" ucap Laura dalam hati sambil melihat pipi mamanya berwarna biru itu. "Aku pergi dulu nek!" kemudian mencium tangan dan memeluk neneknya sambil menahan tangis di matanya. Dia memakai sepatu dan melangkahkan kakinya keluar sesegera mungkin dari rumah itu. Tanpa terasa air matanya terus menetes saat dia berjalan, dia sudah tidak lagi memikirkan apa tanggapan orang lain jika melihat dia menangis di jalanan seperti ini. Yang tidak dia inginkan adalah mamanya melihat Laura menangis karena kasihan terhadap dirinya. Paling membuat Laura sedih adalah mengapa mamanya tidak mendapatkan kebahagiaan sepanjang hidupnya. Dahulu dia ditinggalkan suami pertamanya yaitu ayah kandung Laura. Sekarang dia harus menerima lagi perlakuan kurang baik dari suami kedua, dia selalu dimarahi bahkan sampai ditampar oleh suaminya itu. Kalau Laura berangkat kerja sekarang masih terlalu pagi. Dia bisa sampai di tempat kerja jam 07.30, lebih baik dia ke taman dekat rumahnya dulu. Hari Sabtu banyak yang jogging di sana, mereka berolahraga Sabtu dan Minggu. Mungkin karena kebanyakan orang libur di hari Sabtu dan Minggu. Laura duduk sendirian di sebuah bangku taman saat ini, pohon yang hijau dan udara pagi yang sangat menyegarkan. Membuat hati Laura sedikit tenang, apalagi melihat banyak keluarga kecil yang saling tertawa dan bercanda. Sedikit penghiburan untuknya, bahwa tidak semua orang mengalami apa yang dia alami. Dia tidak iri melihat keluarga lain bisa bahagia, sedangkan dia dipaksa baik baik saja oleh keadaan. Dia yakin semua ini adalah jalan takdir dari Tuhan, dan Tuhan sangat menyayangi Laura. Bahwa tidak semua orang mengalami ini, dia yakin Tuhan memberikan semua cobaan ini karena dia mampu melewatinya. Justru dengan semua yang dialami, dia merasa dia mendapatkan ilmu yang sangat mahal dari tuhan. Bagaimana caranya agar dia bisa suatu saat nanti menciptakan keluarga yang lebih baik lagi. Dengan tidak mengulang kesalahan orang tuanya. Dia sering mendengar cerita dari orang orang tentang ayah kandungnya, mereka tidak sepenuhnya menyalahkan ayah kandungnya. Saat itu mamanya juga belum sepenuhnya siap menjadi seorang ibu, dia sering keluar dengan temannya bahkan tidak mengenal waktu dan bahkan sampai malam hari. Dia sering menitipkan Laura ke neneknya. Dia tidak menjalankan tugasnya sebagai ibu juga sebagai istri dengan baik. Wajar saja pemikirannya belum dewasa, dia menikah pada usia 18 tahun. Dia menikah terpaksa karena aku sudah ada di dalam kandungannya sebelum dia menikah dengan ayah Laura. Ayah kandung dan mama Laura sangat sering bertengkar hingga akhirnya ayah Laura meninggalkan Laura, yang masih berusia 6 bulan saat itu. Gadis kecil yang masih sangat membutuhkan sosok ayah saat itu, gadis kecil yang masih sangat lucu harus siap kehilangan sosok ayah nya. Dan tidak pernah bertemu lagi Sampai saat ini usia Laura 19 tahun. Laura mencoba memejamkan matanya dan merasakan hembusan angin mengingat semua kenangan indah dalam hidupnya, yang teringat hanyalah kenangan pahit. Bahkan dia sering dibully oleh teman SD Laura. Dia memang sering merasakan pembullyan pada masa masa kecil, entahlah namanya anak SD mereka belum berpikiran panjang bahwa kata kata mereka menyakiti Laura atau tidak. Di sekolah dia sering dibully bahwa Laura tidak memiliki ayah, saat itu Laura sering berbohong kalau dia memiliki ayah. Mungkin mereka semua bergosip di belakang Laura dan mengatakan kalau Laura tidak memiliki ayah. Laura memang anak yang bermental kuat sejak kecil, bukan menangis dan sedih. Tapi dia berusaha melawan jika ada yang sering mengolok oloknya, walaupun hatinya juga sebenarnya sakit. Buktinya sampai saat ini dia masih mengingat kejadian yang sudah lama tersebut. Mungkin karena memang zodiak Scorpionya, berusaha kuat di depan semua orang dan tidak ingin terlihat lemah. Bahkan pernah salah satu sahabat SD Laura, saat sahabat perempuannya itu bermain di rumahnya. Dia sengaja menanyakan tentang ayahnya Laura. "Laura, kamu beneran punya bapak. Coba bapak kamu mana?" tanya sahabatnya saat itu. "Ada kok ... Lagi tidur!" jawab Laura terbata takut kebohongan yang dia ucapkan barusan, diketahui temannya. Laura memang seperti itu, dia tidak mau terlihat menyedihkan. Dia selalu menolak jika dia dikatakan tidak memiliki ayah. Mamanya menikah lagi dengan ayah tirinya saat dia kelas satu SMP, dia memiliki seorang adik laki laki yang sangat dia sayangi. Karena dia melihat bagaimana ibu nya hamil dan melahirkan, dia tidak pernah merasa bahwa dia adalah adik tiri atau apapun. Dia sangat senang saat adiknya lahir, bahkan dia sering juga bangun malam untuk membantu ibunya menjaga adiknya. Walaupun besok pagi nya dia harus sekolah, dia tetap mau membantu menjaga adiknya. Bahkan hal sepele yang dilakukan oleh keluarga bahagia lainnya, tapi belum pernah dia rasakan adalah pergi ke kebun binatang bersama kedua orang tuanya. Digendong bergantian oleh papa mamanya, mungkin suatu saat dia akan pergi kesana bersama keluarga kecilnya nanti. Dia hanya berharap akan ada kebahagiaan dalam hidupnya, dia percaya semua akan indah pada waktunya. Berharap suatu saat menemukan seorang laki laki baik yang bisa membahagiakannya dan melupakan semua kenangan pahit dan traumanya terhadap laki laki. Dia sangat berharap bisa membangun keluarga kecil yang bahagia kedepannya. *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN