22

1076 Kata

Celin yang mengemudi kali ini. Anthea pergi dengan taksi pagi tadi dan dia tidak diperbolehkan membawa mobil sendiri selama masa pemulihan. Anthea turun dari mobilnya, diikuti Celin yang berjalan bersamanya. Anthea masuk ke sebuah tempat dengan ruangan seluas ruang rapat kantornya. Para klien dan kolega sudah duduk di tempatnya masing-masing. Beberapa dari mereka memandangnya sinis, dan beberapa memandangnya iba. Anthea memilih untuk mengabaikan mereka. Anthea memegang pelipisnya dan merasakan rasa nyeri di kepalanya. Dia sudah minum obat setelah sarapan tapi mengapa kepalanya terasa sakit? Callia datang, dibantu Sai yang merangkulnya untuk duduk. Anthea melihat mereka dengan jelas. Wajah Callia pucat. Bibir wanita itu merah, tetapi tetap saja terlihat pucat. Mata biru itu tidak bersina

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN