بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Maka nikmat Tuhan-Mu manakah yang kamu dustakan? Marteen mundur beberapa langkah, pistol dalam genggamannya jatuh ke bawah, darah mengalir dari kakinya. s**l! Beberapa polisi masuk. Mario memejamkan mata, bersyukur polisi datang di waktu yang tepat. Untung saja tadi dia sempat menghubungi polisi untuk datang kemari. Maafkan aku Ayah, aku harus melakukan ini. Marteen digiring keluar oleh para polisi. Mario berbalik, kembali mendekati Aiza. "Kamu hampir membuat saya jantungan. Saya tidak akan memaafkan kamu kalau tadi kamu benar-benar ingin menyerahkan diri." "Aku hanya menguji Ayah. Ternyata aku harus merasakan sakitnya sebuah pengharapan. Aku bukan apa-apa di matanya, baiklah jika dia inginnya begitu." "Kamu yang sabar, ya." "Tidak apa, y

