40

1174 Kata

“Aku bilang berhenti.” Wendy memelototi Dea dan membuat ruangan semakin mencekam. Taktil dari tubuh istri Aiden langsung merasakan tenaga yang kuat dari lawannya. ia melirik ke arah wendy sekilas. Alis dan dahi wanita itu berkerut banyak, mata menyala bagai kobaran api, dan mulut yang terkatup rapat. Dea sudah tau apa yang dirasakan oleh Wendy. ‘Ada-ada saja,’ batin Dea. Semua orang yang ada di ruang tamu menatap interaksi kedua wanita itu dalam diam, kebanyakan dari mereka melebarkan mata dan meningkatkan intensitas pendengaran seakan takut ketinggalan adegan menakjubkan. Karena malas berdebat, Dea menghela napasnya sejenak dan tanpa menjawab lawan bicaranya ia menyibak cengkraman itu dan berniat melangkahkan kakinya masuk ke kamar. Namun Wendy tiba-tiba menarik rambut nya. Mendapat per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN