bc

San Quero Undercover

book_age18+
1
IKUTI
1K
BACA
revenge
dark
BE
family
HE
mafia
gangster
drama
bxg
serious
kicking
campus
city
office/work place
small town
actor
like
intro-logo
Uraian

Henry kecil menyaksikan sang ayah yang bekerja sebagai seorang polisi tewas tertembak saat terjadi perampokan di sebuah bank. Sebelum meninggal sang ayah mengucapkan sebuah kata "Rosas Vermelhas" yang mana saat itu Henry kecil tidak mengetahui apa arti dari kata "Rosas Vermelhas" tersebut.Pada akhirnya Henry pun tumbuh besar dan telah menjadi seorang polisi pula. Untuk mengejar dan menyelesaikan kasus kematian sang ayah, Henry akhirnya menjadi seorang Detective fan bertugas di kantor pusat kepolisian San Quero. Banyak kasus yang harus dipecahkan oleh Henry sebelum pada akhirnya dia mengetahui siapa pembunuh ayahnya yang sebenarnya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Episode 1 : Letnan Henry Parker
Bel tanda berakhir pelajaran telah berbunyi, semua murid-murid di kelas itu berlari berhamburan keluar kelas. Hari itu adalah hari terakhir sekolah minggu itu karena saptu minggu merupakan libur akhir pekan untuk para siswanya. Tak terkecuali dengan Henry, dia tampak begitu senang dan bersemangat sekali. Raut wajahnya berseri-seri. Sambil berlari dan sesekali melompat dia menuju gerbang sekolah. Libur akhir pekan adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh bocah itu karena diakhir pekan itulah dia dapat bertemu dengan ayahnya. Ayah Henry sendiri adalah seorang polisi di San Quero. Dia terpaksa menempatkan Henry di asrama sekolah karena kesibukannya dalam bekerja semenjak istrinya meninggal dunia. Sang ayah bernama Ted Parker berpangkat Letnan di kepolisian. Ted berdiri di samping mobil sambil berpangku tangan. Ted tersenyum ketika melihat putranya, Henry, berlari ke arahnya. Setelah berada di depan Ted, Henry lantas melompat dan secara reflek Ted menangkap serta menggendong Henry. "Kau bertambah berat jagoan! Apa yang kau makan selama di asrama?" tanya Ted setengah bercanda. "Aku memakan semua makanan di asrama," jawab Henry sambil tersenyum. Kemudian Ted menurunkan Henry dari gendongan. "Baiklah jagoan, apa yang akan kita lakukan untuk menghabiskan akhir pekan kali ini?" tanya Ted menatap putranya tersebut. Henry tampak diam dan berpikir sejenak. "Ke taman safari? Makan donat atau kita memancing saja?" Ted menawarkan beberapa pilihan kepada Henry. "Aku bukan anak kecil lagi ayah jika ayah ajak ke taman safari. Makan donat? Itu bukankah kesukaan para polisi? Memancing begitu membosankan," jawab Henry. Ted menarik nafas sejenak dan kemudian berkata, "Baiklah kalau begitu kita akan ke pusat kota saja karena disana sedang ada karnaval perayaan ulang tahun kota ini," ucap sang ayah. "Itu baru asik!" seru Henry sambil berlari dan masuk ke dalam mobil. Mobil melaju ke pusat kota San Quero dengan kecepatan yang sedang-sedang saja. Yang namanya mobil polisi, tentu saja di dalam mobil tersebut ada radio polisi yang memantau panggilan dari operator polisi di kantor pusat. Ketika sedang menuju pusat kota, tiba-tiba saja radio polisi itu berbunyi. "Perhatian untuk semua unit! Telah terjadi perampokan di bank central San Quero! Bagi yang berada di dekat bank tersebut diharapkan dapat memantau situasi dan tunggu bantuan untuk bertindak!" Begitu informasi yang Ted terima dari radio polisi tersebut. Ted lantas menjawab panggilan itu, "Disini Letnan Ted Parker, aku berada dan sedang menuju pusat kota dan dekat dengan Avanti Road, lokasi bank central San Quero berada. Aku akan kesana dan melihat situasinya," "Baiklah Letnan Parker! Segara pantai situasi tapi jangan bertindak sebelum bantuan datang!" operator radio polisi itu mengingatkan. "Baiklah, segera laksanakan," sahut Ted. Mobil melaju menuju bank central San Quero yang mana posisi Ted ketika itu tidak terlalu jauh dari bank yang sedang dirampok tersebut. Ted menghentikan mobilnya di seberang jalan dari bank central itu. "Tunggu disini sebentar dan jangan kemana-mana. Ayah akan segera kembali," ucap Ted mengingatkan Henry untuk tetap berada di dalam mobil. Henry mengangguk paham dan berpesan agar ayahnya berhati-hati. Saat Ted keluar dari mobil saat itu para perampok itu juga keluar dari dalam bank. Mereka berjumlah tiga orang dan memakai topeng untuk menyamarkan wajah mereka. Ketiga perampok itu berlari menuju arah belakang bank. Ted yang membaca kesempatan baik karena para perampok tidak membawa sandera segera mengejar perampok tersebut ke arah belakang bank diman perampok itu berlari. Namun yang tidak disadari oleh Ted adalah Henry yang ketika itu juga keluar dari dalam mobil dan mengikutinya dari belakang. "Berhenti!" Ted berseru ke arah perampok itu sambil mengacungkan pistolnya. Salah seorang dari perampok itu menghentikan langkahnya. Jarak antara Ted dan salah satu perampok itu hanya berjarak lima meter saja. Perampok itu berbalik badan namun tidak mengangkat kedua tangannya. "Angkat tangan!" Ted berteriak memberi perintah. Perampok itu mengangkat tangannya namun tidak ke atas, dia mengangkat tangan ke arah wajah dan membuka topengnya. Ketika topeng itu dibuka, perampok itu tersenyum menatap Ted. Ted tampak terdiam dan terkesima untuk beberapa saat. "Kau," desis Ted. Ted terkejut karena dia mengenali perampok itu. Belum hilang rasa terkejut Ted, tiba-tiba saja... Door! Door! Door! Tiga tembakan bersarang di tubuh Ted dan Ted pun ambruk seketika. Melihat Ted roboh dan tak bergerak lagi, perampok itu pun bergegas pergi meninggalkan tubuh Ted yang bersimbah darah. Henry segera berlari menghampiri ayahnya yang terbaring di gang samping bank central tersebut. "Ayah!" Henry berseru keras sambil menangis memeluk tubuh sang ayah. "Rosas Vermelhas," bisik sang ayah sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Henry menangis memeluk tubuh sang ayah dan tak lama kemudian para polisi pun berdatangan ke tempat itu. ***** Dua puluh tahun kemudian... "Ayah!" seru Henry. Dia terbangun dan terduduk di tempat tidurnya. Menyaksikan kematian sang ayah membuat Henry mengalami mimpi buruk selama belasan tahun atau hampir dua puluh tahun. Dia melihat jam dan ternyata saat itu sudah pukul delapan pagi. Dia bergegas bangkit dari tempat tidur dan segera ke kamar mandi. Sebelum itu dia sempat memanaskan air untuk menyeduh kopi dan diminum setelah dia selesai mandi nanti. Selesai mandi, Henry segera berpakaian jas rapi dengan setelan jas berwarna hitam. Dia mengambil berkas dari laci mejanya untuk dia bawa nanti. Henry memperhatikan jam ditangannya dan ketika itu sudah hampir pukul sembilan pagi. "Saatnya berangkat!" seru Henry dengan penuh semangat. Pagi itu dia ada janji untuk bertemu dengan Komisaris Polisi di San Quero. Dia baru saja lulus ujian Detective dan sekarang dia diajukan menjadi Detective di kota San Quero. Di pintu depan kantor polisi itu dia melapor kepada petugas jaga. "Siang pak! Ada yang bisa kami bantu?" tanya polisi jaga itu dengan ramah. "Aku ingin bertemu dengan Komisaris Philipe Alcaraz, apa beliau sudah datang?" jawab Henry sambil kembali bertanya. "Jika boleh tahu, ada keperluan apa anda menemui Komisaris?" kembali petugas jaga itu bertanya. Henry pun menyerahkan surat rekomendasi itu kepada petugas jaga. Petugas jaga membaca dan memperhatikan surat yang diserahkan oleh Henry tadi. "Letnan Parker! Silahkan ikut saya," ucap petugas jaga itu. Lalu Henry pun berjalan mengikuti petugas jaga itu menuju ruangan dimana Komisaris polisi berada. Took! Took! Took! Petugas jaga itu mengetuk pintu tiga kali. "Silahkan masuk," sahut seseorang dari dalam ruangan. Petugas jaga itu segera masuk dan diikuti oleh Henry dari belakang. Petugas jaga menyerahkan surat rekomendasi itu kepada Komisaris polisi. Komisaris membaca surat itu sambil sesekali melirik ke arah Henry yang berdiri di depannya. "Letnan Henry Parker. Apa benar itu namamu?" tanya Komisaris polisi. "Siap! Benar pak!" jawab Henry.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Ninja Itu Suamiku!!/Play In Deception: Camouflage (END)

read
54.4K
bc

Menyala Istri Sah!

read
3.2K
bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
8.3K
bc

Pengacara Itu Mantan Suamiku

read
10.3K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
53.0K
bc

(Bukan) Cinta yang Diinginkan

read
5.7K
bc

OM DEWA [LENGKAP]

read
6.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook