“Aku di … di rumah Mas Fauzi. Tapi … tapi Mas Kisam jangan ke rumah Mas Fauzi. Jemput aku di pangkalan ojek ajah. Aku nggak mau kalian berdua bertemu terus ribut.” “Oke. Saya jemput di pangkalan ojek. Kamu share lokasinya, ya.” “Iya, Mas.” ♡♡♡ Kali ini Mas Kisam menjemput menggunakan mobil. Aku menjadi lebih lega. Bukan apa, aku nggak nyaman harus berdempetan dengan pria yang bukan mahramku. Kami langsung menuju rumah sakit. Di rumah sakit, aku dan Mas Kisam lebih dulu bertemu dokter yang menangani Bu Rahma. Dokter mengatakan kalau kondisi Bu Rahma tidak begitu buruk, tetapi juga tidak begitu baik. Cedera akibat jatuhnya tidak terlalu parah. Namun, penyakit ‘tua’ yang dideritanya sudah semakin mengkhawatirkan. Tensi dan kolesterol yang tinggi. Jantung sudah kurang berfungsi dengan

