Aku menghirup udara dalam-dalam. Meski foto itu belum tentu kebenarannya, tetap saja aku merasa sesak. Begitu banyak cobaan menjelang hari pernikahan. Berkali-kali hati ini dibuat tersentak dan bimbang. Ya Allah, lancarkanlah acara pernikahanku besok. Teror psikologis. Begitu kata Mas Kisam, aku yakin foto ini pun hanya editan. Jadi, sebaiknya aku nggak bilang sama Mas Kisam. Dia sudah memiliki banyak masalah. Aku nggak ingin menambah bebannya lagi. Merebahkan diri di kasur, aku menyebut nama-Nya berulang-ulang. Memohon ridho serta restu untuk kelancaran acara besok. Memohon agar pilihanku untuk menikah tepat dan menjadi jalan menuju surga-Nya. ♡♡♡ Sehabis shalat Subuh, aku sudah berganti pakaian. Kebaya putih yang sudah dipesan Mas Kisam sebelumnya membalut tubuh ini. Tidak ada tuk

