Haram Memiliki Anak (43) Semakin hari, aku semakin terbiasa dengan hiruk-pikuk panti. Tawa ceria anak-anak penawar paling mujarab untuk mengisi kekosongan di hati. Sejak malam itu, Irgi juga menjadi lebih sering datang ke panti. Dia kerap kali membelikanku makanan serta camilan. Interaksi kami menjadi bertambah sering saat nanny Dio harus cuti karena ada sanak saudaranya yang sakit. Beberapa kali aku menemani Dio membeli berbagai kebutuhannya. Tak terasa, delapan bulan sudah aku menetap di panti. Menjadi bagian dari rumah baru yang banyak memberiku kekuatan, serta mengenalkanku pada arti kesabaran. Hari ini panti ramai sekali. Pasalnya, akan ada acara khitanan untuk Dio. Umi Karyunah tidak menggunakan jasa catering, melaninkan memilih menggundang tetangga dan sanak-saudara untuk ikut t

