BAB 13

1093 Kata

Aku kembali termenung. Sendirian di dalam kamar. Kata-kata Bu Rahma terus terngiang-ngiang. Begitu besar harapan wanita sepuh itu, aku bisa merasakannya. Ya Allah, aku bimbang. Bimbang sekali. ♡♡♡ Ba'da Subuh. Aku membantu Ibu di dapur selepas shalat. Semalam aku sudah shalat istikharah, meminta petunjuk supaya diberikan jalan yang terbaik. Namun, tetap saja kebimbangan masih menyelimuti hati. Mas Kisam. Aku tidak mengenalnya. Dia pria asing. Sementara Mas Fauzi? Aku sudah sangat mengenalnya. Sifatnya, makanan kesukaannya, kebiasaannya, hobinya. Aku tahu semua. Ya, tahu semua, kecuali masa lalunya. Aku bisa memaafkan Mas Fauzi atas ketidakjujurannya. Namun, memaafkan tindakannya menggugurkan bayiku, ini sulit sekali. Hatiku terasa berat dan seperti ada yang mengganjal. Rasa ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN