BAB 14

1064 Kata

Malam. Entah kenapa aku sedikit gugup menghadapi acara makan malam di rumah Bu Rahma. Grogi. Atau mungkin lantaran sebenarnya aku merasa bersalah sama Mas Fauzi. Aku sudah menyalakan kembali ponsel. Tidak ada satu pun pesan atau panggilan dari Mas Fauzi. Padahal, waktu aku menghilang menenangkan diri di masjid; begitu aku menyalakan ponsel, ada 128 panggilan dan 64 chat WA. Apa ini artinya, Mas Fauzi juga ingin melepaskanku? Atau, Mas Fauzi ingin aku berpikir jernih tanpa mengganggu. Suara deru motor mengalihkan perhatianku. Pasti Mas Kisam menjemputku. Dia pakai motor? Aku segera menuju teras. Benar saja, memang Mas Kisam yang datang. Dia membawa motor besar. Bapak dan Ibu menyambutnya, dia tampak agak canggung. Setelah berpamitan sama Ibu dan Bapak, aku dan Mas Kisam segera beran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN