Mereka tinggal sementara dirumah Kael masih di negara yang sama Satu rumah. Satu kamar. Keputusan itu diambil tanpa banyak diskusi. Bukan karena tidak ada pilihan lain, melainkan karena keamanan menuntut kedekatan. Rumah itu terlalu sunyi, terlalu rapi, dan terlalu terisolasi untuk membiarkan jarak di antara mereka. Kamar itu luas, dengan satu tempat tidur besar. Tidak ada sekat. Tidak ada pembagian wilayah. Sejak awal mereka sepakat—ini bukan soal perasaan, melainkan perlindungan. Hari-hari pertama berjalan tenang. Clarisa menghabiskan waktu membaca, menyusun ulang rencana usahanya, dan mencatat kemungkinan negara tujuan berikutnya. Kael sibuk dengan hal-hal yang tidak pernah ia jelaskan sepenuhnya—telepon singkat, pesan terenkripsi, peta yang muncul sebentar lalu menghilang. Di ma

