“Kamu bicara apa, Mas?!” Dino diam sesaat, menahan rasa sesaknya. “Itu... Kalimat terakhir yang Selena ucapkan pada saat aku mengunjungi dan memintanya untuk pulang.” Inka berdiri. Sebuah album yang semula dalam pegangannya, terjatuh ke lantai. “Saya yang membuat anak itu menderita selama masa hidupnya.” Terdengar suara berat milik Dino begitu parau. “Selama ini saya telah menganggap anak itu sebagai beban yang memberatkan, menyusahkan, bahkan memalukan. Padahal sebenarnya, tidak ada satu pun anak yang pernah berharap untuk dilahirkan ke dunia yang sejahat ini. Tapi sebaliknya, semua orang tua-lah yang berharap untuk bisa melahirkan setidaknya seorang anak.” Plak! Dengan langkah cepat, Inka menghampiri Dino dan menampar pria itu. Napas wanita itu memburu. Menatap Dino dengan sorot men

